KAPAN PEMERINTAH MULAI PUASA, TUNGGU NANTI SORE

Fokus, Nasional129 Dilihat

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia, Arsad Hidayat, mengonfirmasi bahwa Sidang Isbat akan dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Acara ini melibatkan perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli astronomi, ahli falak, serta duta besar negara sahabat.

“Kami mengundang NU, Muhammadiyah, Persis, Al Washliyah, MUI, dan Nahdlatul Wathan,” ujar Arsad dalam wawancara dengan Pro3 RRI pada Jumat (28/2/2025). Selain itu, para pakar astronomi dari lembaga resmi maupun swasta juga turut diundang.

Sidang Isbat merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Kementerian Agama dengan tujuan menetapkan awal Ramadan secara resmi. Arsad menegaskan bahwa sidang ini adalah forum penting yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Setiap tahun kita agendakan dan undang mereka untuk menyaksikan event besar ini,” katanya. Kehadiran duta besar negara sahabat juga menjadi bukti bahwa penetapan kalender Islam di Indonesia mendapatkan perhatian dari dunia internasional.

Arsad menjelaskan bahwa dalam penentuan awal bulan Islam, terdapat beberapa metode yang sering digunakan, di antaranya Rukyatul Hilal atau pengamatan langsung bulan sabit, serta Hisab yang mengandalkan perhitungan astronomi. Perbedaan metode ini kerap kali menjadi perdebatan, namun ia mengingatkan bahwa keduanya memiliki dasar ilmiah dan keagamaan yang kuat.

Sidang Isbat berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama. Keputusan yang dihasilkan dalam sidang ini menjadi dasar bagi Menteri Agama untuk menetapkan awal bulan Islam secara nasional. Arsad mengajak seluruh masyarakat untuk menunggu hasil resmi dari Sidang Isbat dan menerima keputusan dengan lapang dada. Ia juga menegaskan bahwa jika terdapat perbedaan dalam penetapan awal Ramadan, hal tersebut bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan secara berlebihan. “Perbedaan itu wajar dan tidak perlu menjadi polemik,” pungkasnya.

SUMBER : RRI