BANK EMAS DAPAT TAMBAH RP245 TRILIUN KE PDB

Ekonomi, Fokus, Nasional262 Dilihat

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengungkapkan dua alasan utama mengapa layanan bank emas (bullion bank) dapat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, dengan potensi penambahan Rp245 triliun ke Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa alasan pertama terkait dengan potensi emas sebanyak 1.800 ton yang dimiliki masyarakat namun masih berada di luar sistem keuangan formal. Pemerintah berupaya untuk mengundang masyarakat menyimpan emasnya di bank emas agar dapat dimonetisasi dan menjadi bagian dari likuiditas pembangunan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat didorong melalui tambahan likuiditas yang berasal dari monetisasi emas.

Alasan kedua berkaitan dengan pemanfaatan cadangan emas untuk diproduksi menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah di dalam negeri. Dengan langkah ini, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor bahan baku emas dalam volume besar karena kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui cadangan emas yang tersimpan di bank emas.

Sunarso menambahkan bahwa kebijakan ini berpotensi menciptakan tambahan 1,8 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nominal sebesar Rp245 triliun.

Sebagai induk dari holding ultra mikro (Holding UMi) yang beranggotakan Pegadaian dan PNM, BRI turut memfasilitasi transaksi dalam ekosistem bank emas, baik secara langsung maupun melalui anak usahanya, Pegadaian. Dalam hal ini, BRI juga menghadirkan layanan transaksi melalui super apps BRImo, yang memungkinkan masyarakat melakukan investasi emas dengan nominal terjangkau mulai dari Rp10.000.

Sejak diluncurkan pada Februari 2024, fitur “investasi emas” di BRImo telah mencatat volume transaksi sebesar Rp279,8 miliar hingga Desember 2024. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap investasi emas yang difasilitasi oleh sistem perbankan nasional.

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan layanan bank emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Rabu (26/2) di The Gade Tower, Jakarta. Dalam sambutannya, Presiden menyatakan bahwa keberadaan bank emas diharapkan dapat meningkatkan PDB dan menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia.

Menurut Presiden, produksi emas Indonesia saat ini telah meningkat dari 100 ton menjadi 160 ton per tahun, sehingga momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki ekosistem pelayanan dan optimalisasi cadangan emas nasional guna mempercepat pertumbuhan ekonomi.

SUMBER : ANTARA