BERJAYA! JUMLAH WISATAWAN KE INDONESIA MELEJIT

Ekonomi, Fokus, Nasional994 Dilihat

Sektor pariwisata kembali menjadi salah satu andalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Aktivitas turis lokal maupun pelancong asing mulai meningkat pascapandemi COVID-19 pada 2023. Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi 2024 cukup terbantu oleh geliat sektor tersebut. Sektor jasa lainnya tumbuh paling tinggi hingga 11,36 persen pada triwulan IV-2024 dan tumbuh 9,8 persen sepanjang 2024.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, pertumbuhan tinggi itu didukung oleh peningkatan aktivitas rekreasi seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara serta berbagai event olahraga dan hiburan.

“Ekspor jasa kita juga meningkat, salah satunya disebabkan oleh peningkatan kunjungan wisman (wisatawan mancanegara),” kata Amalia saat Konferensi Pers Produk Domestik Bruto (PDB) Triwulan IV-2024 dan Full Year 2024 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

BPS mencatat Indonesia mengalami peningkatan pariwisata yang luar biasa, dengan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara mencapai rekor tertinggi, yaitu 12.658.048 antara Januari hingga November 2024, yang merupakan jumlah tertinggi dalam lima tahun terakhir. Lonjakan ini merupakan peningkatan signifikan sebesar 20,17 persen dibandingkan 2023. Total sampai Desember 2024, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,9 juta.

Deputi Bidang Statistik dan Layanan BPS Pudji Ismartini menyebut peningkatan kumulatif ini menunjukkan semakin tingginya daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata dunia. Pada November 2024 saja, sebanyak 1.092.067 turis asing mengunjungi Indonesia, meningkat 7,27 persen secara tahunan. Mayoritas wisatawan asing berasal dari Malaysia, Australia, dan Singapura. Mereka mengunjungi destinasi populer seperti Bali, Jakarta, dan Lombok.

Dari laporan BPS juga terungkap bahwa rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara di Indonesia pada November 2024 adalah 6,85 malam atau hampir tujuh hari. Banyak wisatawan memilih untuk tinggal dalam jangka waktu lama, tidak hanya mengunjungi tempat wisata terkenal tetapi juga daerah-daerah yang kurang dikenal yang kaya akan budaya dan keindahan alam.

Salah satu faktor utama keberhasilan ini adalah kampanye pemasaran gencar oleh pemerintah dan pelaku pariwisata. Promosi dilakukan dengan menargetkan khalayak internasional melalui platform digital, pameran dagang global, dan kolaborasi dengan media. Selain itu, berbagai paket wisata kini lebih beragam, tidak hanya berfokus pada Bali atau Candi Borobudur. Banyak destinasi baru yang ditawarkan, seperti pantai alami, pulau-pulau eksotis, wisata kuliner, warisan budaya, tempat menyelam kelas dunia, serta kehidupan kota yang semarak.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik maupun internasional, memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Sektor pariwisata diperkirakan menyumbang devisa sebesar USD16,7 miliar, tumbuh 19,3 persen dibandingkan 2023. Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024 diestimasikan mencapai 4,01-4,5 persen.

Pemerintah juga mulai mempromosikan destinasi wisata baru seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan Sumatra. Daerah-daerah ini menawarkan pengalaman budaya yang unik dan keindahan alam yang belum banyak terjamah. Peningkatan jumlah wisatawan ke daerah-daerah ini diharapkan mengurangi tekanan pada pusat-pusat wisata yang lebih ramai seperti Bali.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah akan lebih mengoptimalkan sektor pariwisata dengan mencari “Bali” baru. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan ekspor jasa demi mengimbangi ekspor barang dan komoditas yang menghadapi tantangan berupa penurunan harga. Lombok dan Labuan Bajo menjadi beberapa destinasi yang dipertimbangkan sebagai alternatif Bali.

Untuk mendukung sektor pariwisata, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian fasilitas visa untuk wilayah tertentu demi menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Selain itu, Batam dan Bintan juga akan dikembangkan sebagai gerbang utama pariwisata guna mengimbangi kinerja ekspor.

Meskipun anggaran Kementerian Pariwisata mengalami efisiensi sesuai Instruksi Presiden No.1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025 dari Rp1,49 triliun menjadi Rp884,9 miliar, Menpar Widiyanti Putri Wardhana memastikan bahwa program unggulan tetap berjalan. Program unggulan 2025 mencakup Gerakan Wisata Bersih, digitalisasi pariwisata Tourism 5.0, program Pariwisata Naik Kelas, penyelenggaraan event berbasis intellectual property (IP) Indonesia, serta pengembangan Desa Wisata.

Untuk tahun 2025, Kemenpar menetapkan sejumlah target sektor pariwisata, yaitu 4,6 persen kontribusi terhadap PDB, USD19-22,1 miliar devisa pariwisata, serta 14,6-16 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Selain itu, target lainnya adalah mencapai 1,08 miliar perjalanan wisatawan Nusantara, menciptakan 25,8 juta tenaga kerja pariwisata, serta menaikkan peringkat Travel and Tourism Development Index ke posisi 22 dunia.