PSSI AKAN NATURALISASI TIGA PEMAIN DIASPORA SEBELUM MELAGA AUSTRALIA

Fokus, Olahraga854 Dilihat

PSSI akan menaturalisasi tiga pemain diaspora sebelum pertandingan Indonesia di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Australia pada 20 Maret.

“Alhamdulillah, sepertinya proses untuk memperkuat tim kita untuk pertandingan melawan Australia jalannya semakin terang. Kemarin Ole Romeny sudah keluar surat-suratnya dari FIFA, sehingga bisa memperkuat tim, apalagi beberapa pemain kita seperti Ragnar Oratmangoen tidak bisa main karena akumulasi kartu kuning,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir pada jumpa pers di Jakarta, Sabtu.

“Tapi ada beberapa sektor yang perlu diperkuat, salah satunya kiper. Maarten Paes luar biasa, namun persaingan tetap diperlukan. Kami juga berbicara dengan Maarten Paes, dan dia sangat menyambut baik,” lanjutnya.

Untuk menambah persaingan bagi Paes, Erick sedang mendekati mantan kiper Palermo, Emil Audero Mulyadi. Di sektor lain, PSSI sedang membangun komunikasi dengan gelandang Joey Pelupessy dan Dean James.

“Joey sudah berdiskusi dan berpikir mengenai perannya di timnas. Dia terakhir menjadi kapten di klubnya dan memiliki pengalaman di Eredivisie, Inggris bersama Sheffield Wednesday, serta kini di Liga Belgia. Saya rasa dia bisa memperkuat lini tengah kita yang saat ini kekurangan pemain,” ujar Erick.

Sedangkan mengenai Dean James, Erick menegaskan bahwa PSSI memerlukan penebalan di sektor kiri timnas.

“Kita perlu penebalan di posisi left back, wing back, yang juga bisa menjadi gelandang kiri untuk mendukung jika pemain menyerang kita berkurang kedalamannya. Ini yang sedang kita proses,” ucap Erick.

Erick juga menjelaskan bahwa PSSI telah melaporkan situasi ini kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, dan mulai pekan depan proses lebih serius akan dilakukan.

“Kami akan mengejar supaya bisa main di bulan Maret. Kalau Ole sudah pasti bisa main, tapi tiga pemain lainnya masih dalam proses. Saya juga berencana bertemu Komisi X DPR Senin (24/2) malam untuk memastikan dukungan DPR yang luar biasa selama ini untuk timnas Indonesia,” pungkas Erick.