TIGA DOSEN UNESA CIPTAKAN ALAT DETEKSI DINI HIPERTENSI DAN STROKE

Fokus, Kesehatan132 Dilihat

Tiga dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memperkenalkan inovasi baru di bidang kesehatan. Mereka menciptakan alat portabel bernama Hand-Held Dynamometer atau Handem, yang mampu mendeteksi dini serta membantu rehabilitasi penyakit hipertensi dan stroke hanya dengan mengukur kekuatan otot tubuh.

Muchamad Arif Al Ardha, ketua tim peneliti, menjelaskan bahwa Handem bekerja berdasarkan prinsip kinetika gerak untuk mengukur gaya otot manusia secara praktis. “Kekuatan otot berhubungan erat dengan tekanan darah. Ketidakseimbangan bisa menjadi tanda awal gangguan kardiovaskular,” ujarnya kepada RRI, Sabtu (12/4/2025).

Keunggulan utama Handem adalah kemudahannya. Alat ini dapat digunakan di rumah, sekolah, hingga lapangan tanpa memerlukan fasilitas laboratorium. “Kami ingin layanan kesehatan semakin dekat ke masyarakat lewat alat yang sederhana namun efektif,” kata Ardha.

Inovasi ini lahir dari riset selama dua tahun melalui program Kedaireka, berkolaborasi dengan mitra industri Cahaya Berkah Gusti. Pengembangan, mulai dari prototipe hingga uji validasi, dilakukan di Surabaya dan Sidoarjo, melibatkan berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan olahraga.

Handem juga sudah mencuri perhatian internasional. Alat ini dipamerkan dalam ajang International Conference on Physical Education di Malaysia tahun 2024 dan mendapatkan apresiasi dari ASEAN Council of Physical Education and Sport.

Meski telah siap diproduksi massal, tim menghadapi tantangan besar terkait pendanaan. “Kami butuh dukungan agar Handem bisa melangkah lebih jauh. Ini bukan sekadar alat, tapi harapan baru untuk deteksi cepat hipertensi dengan biaya terjangkau,” jelas Ardha.

Handem diharapkan tak hanya memperluas akses kesehatan, tapi juga menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Tim berharap inovasi ini mendapat dukungan penuh agar bisa membawa nama Indonesia ke kancah global.

SUMBER: RRI