Belakangan ini, sebuah unggahan di Facebook menjadi viral karena membagikan informasi mengenai lowongan kerja di PT Pertamina Training and Consulting. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa perusahaan ini membuka kesempatan kerja pada Februari 2025 untuk beberapa posisi, antara lain admin finance, tenaga daily check-up (DCU), dan administrasi umum.
Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut ternyata tidak benar dan tergolong sebagai hoaks. Melansir dari sumber pada Kamis (13/2/2025), Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengumumkan lowongan kerja seperti yang tercantum dalam unggahan yang beredar di media sosial tersebut.
PT Pertamina Training and Consulting memang merupakan anak usaha dari PT Pertamina (Persero), yang bergerak di bidang pelatihan dan konsultasi. Meskipun perusahaan ini sering membuka lowongan pekerjaan, informasi resmi mengenai rekrutmen hanya diumumkan melalui situs resmi mereka di recruitment.pertamina-ptc.com. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengecek kebenaran informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya lebih lanjut.
Maraknya Hoaks Lowongan Kerja di Media Sosial
Fenomena hoaks lowongan kerja bukanlah hal baru. Seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan media sosial, penyebaran informasi palsu menjadi semakin mudah dan cepat. Tidak sedikit oknum yang memanfaatkan nama besar perusahaan ternama seperti Pertamina untuk menipu pencari kerja, dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi. Modus penipuan yang sering digunakan antara lain meminta calon pelamar untuk membayar sejumlah uang sebagai biaya administrasi atau tes seleksi.
Menurut pakar keamanan siber, ada beberapa ciri khas yang bisa digunakan untuk mengenali lowongan kerja palsu. Beberapa di antaranya adalah:
Sumber Informasi Tidak Resmi – Lowongan kerja yang sah biasanya diumumkan melalui situs resmi perusahaan atau platform rekrutmen terpercaya.
Bahasa yang Tidak Profesional – Iklan lowongan kerja palsu sering kali menggunakan tata bahasa yang kurang baik dan tidak profesional.
Meminta Biaya Administrasi – Perusahaan yang kredibel tidak akan meminta pelamar kerja untuk membayar biaya administrasi atau seleksi.
Kontak yang Tidak Jelas – Biasanya, kontak yang dicantumkan adalah nomor WhatsApp atau email gratisan seperti Gmail atau Yahoo, bukan domain resmi perusahaan.
Cara Menghindari Penipuan Lowongan Kerja
Agar tidak menjadi korban penipuan lowongan kerja, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh masyarakat, terutama para pencari kerja:
Selalu Periksa Situs Resmi – Pastikan informasi yang diperoleh berasal dari situs resmi perusahaan terkait.
Cek Kredibilitas Pengirim – Jika mendapatkan pesan terkait lowongan kerja, pastikan pengirimnya berasal dari kontak resmi perusahaan.
Jangan Mudah Tergiur Gaji Besar – Tawaran gaji yang terlalu tinggi untuk pekerjaan dengan kualifikasi rendah patut dicurigai.
Laporkan Jika Menemukan Hoaks – Jika menemukan unggahan yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau ke platform media sosial terkait agar tidak semakin menyebar.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah informasi, diharapkan kasus penipuan berkedok lowongan kerja dapat diminimalisir. PT Pertamina Training and Consulting juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut terkait lowongan kerja yang beredar di internet.






