KABAU SIRAH DI TEPI JURANG

Fokus, Olahraga420 Dilihat

 

Hujan baru saja reda ketika rombongan Semen Padang FC bertolak dari Padang menuju Jepara, Selasa (18/11). Di wajah para pemain tampak kelelahan yang menempel seperti bayangan, namun tekad mereka justru terlihat lebih tebal. Dua laga tandang beruntun menanti—dua pintu yang bisa membuka harapan… atau menutupnya rapat.

BRI Super League 2025/26 memasuki pekan ke-13 dan 14, dan Kabau Sirah datang sebagai tim yang tengah tersengal. Mereka akan lebih dulu menantang Persijap di Jepara pada Kamis (20/11) sore, sebelum bergerak ke Kediri menghadapi Persik pada Kamis (27/11). Dua laga krusial itu membuat pelatih Dejan Antonic memboyong 22 pemain yang ia yakini masih menyimpan bara semangat.

Dari Padang, skuad ini terbang tanpa dua nama besar: Bruno Gomes yang mengalami cedera paha, dan Felipe Chaby yang harus menepi karena sakit. Dua kekuatan asing andalan yang absen di saat Semen Padang sedang membutuhkan tenaga ekstra. Sebuah kehilangan yang terasa seperti ruang kosong di tengah badai.

Di bawah mistar, tanggung jawab jatuh pada Arthur Augusto dan Muhammad Farel. Pertahanan mereka diperkuat Angelo Meneses, Rui Rampa, Herwin Tri Saputra, Leo Guntara, Ricky Ariansyah, Samuel Christianson, hingga Zidane Afandi—deretan pemain yang diharapkan cukup kokoh untuk menahan tekanan.

Lini tengah dipenuhi wajah-wajah pekerja keras: Rosad Setiawan, Alhassan Wakaso, Dimas Roni, Ripal Wahyudi, Ambrizal Umanailo, Pedro Matos, Irsyad Maulana, Firman Juliansyah, Ferdiansyah, Febrian Tri Saputra dan Armando Oropa. Sementara di depan, harapan bertumpu pada kecepatan Cornelius Stewart serta naluri gol sang supersub, Muhammad Ridwan.

Tetapi kenyataan di klasemen masih menyakitkan. Hingga pekan ke-12, Semen Padang terjerembap di dasar, hanya mengoleksi empat poin dari 11 laga—sekali menang, sekali imbang, dan sembilan kekalahan. Rentetan delapan kekalahan beruntun menghantui langkah, sementara sembilan laga tanpa kemenangan membuat stadion kebanggaan mereka, Haji Agus Salim, terasa muram.

Di tengah tekanan itulah Dejan Antonic bicara tegas, seolah menggugah kesadaran seluruh ruang ganti:
“Dua laga berikutnya adalah kunci untuk kita. Lawan Persijap akan sangat ketat karena sama-sama berjuang di papan bawah. Anak-anak harus 150 persen serius.”

Kata-kata itu menggantung, mengiringi perjalanan panjang mereka. Dua laga, dua kota, dua kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa Kabau Sirah masih punya tanduk untuk bertarung—bukan hanya menunggu digilas kompetisi.

#SemenPadangFC #BRISuperLeague #KabauSirah #PersijapVsSemenPadang #PersikVsSemenPadang #BeritaBola #LigaIndonesia #DejanAntonic #SepakbolaIndonesia