DARAH SUBUH DI MASJID AGUNG SIBOLGA, BEGINI CERITANYA

Fokus, Hukum209 Dilihat

 

Masjid yang mestinya jadi tempat menenangkan hati, berubah jadi saksi bisu tragedi berdarah. Subuh itu, Jumat (31/10), aroma amis menyelinap di antara lantunan azan. Seorang pemuda nelayan ditemukan tewas di teras Masjid Agung Sibolga, tubuhnya bersimbah luka.

Tak ada yang menyangka malam itu akan berakhir dengan maut. Warga yang hendak salat berjemaah mendadak panik melihat sosok tergeletak tak bernyawa di bawah cahaya lampu masjid. Polisi segera datang, menutup area, dan menelusuri setiap jengkal lantai marmer yang berlumur darah.

Kapolres Sibolga, AKBP Eddy Inganta, menyebut penyelidikan berlangsung kilat. “Rekaman kamera pengawas jadi kunci,” katanya, Selasa (4/11). Dari rekaman CCTV, terlihat sekelompok pria mondar-mandir di sekitar masjid beberapa jam sebelum kejadian. Gerak-gerik mereka tak lepas dari pantauan penyidik.

Tim gabungan dari Satreskrim Polres Sibolga, Satintelkam, dan Polsek Sibolga Sambas kemudian memburu para pelaku. Dua orang pertama, ZPA dan HBK, ditangkap tak lama setelah identitas mereka terungkap. Tiga lainnya—SSJ, REC, dan CLI—menyusul dicokok di wilayah Sibolga. Semua dibawa ke markas polisi, wajah mereka tertunduk, seakan menyadari dosa yang baru saja mereka tanam.

Polisi menemukan sejumlah barang bukti: sebuah flashdisk berisi rekaman CCTV, pakaian korban yang penuh bercak darah, topi hitam bertuliskan Brooklyn New York, tas Polo Glad, ember plastik, dan—entah bagaimana—sebuah kelapa yang disebut turut digunakan pelaku dalam aksi brutal itu. Setiap benda kini menjadi saksi bisu, bagian dari puzzle tragis yang tengah dirangkai aparat penegak hukum.

Di tengah kota pesisir itu, warga masih berbisik-bisik setiap kali melewati Masjid Agung Sibolga. Beberapa menunduk, mengucap istighfar. Tak ada yang tahu pasti motif di balik pembunuhan itu. Tapi satu hal yang pasti: malam di kota kecil itu tak lagi setenang dulu.

#Sibolga #PembunuhanMasjidAgung #Kriminal #BreakingNews #PolresSibolga #BeritaTerkini