SOLAR LANGKA DI MANOKWARI, ANTREAN MENGULAR HINGGA BERKILO-KILO

Ekonomi, Fokus, Regional112 Dilihat

 

Manokwari, Papua Barat — Siang yang terik di Manokwari berubah jadi pemandangan tak biasa. Deretan kendaraan berat, truk pengangkut bahan bangunan, hingga mobil pribadi mengular di depan SPBU. Antrean panjang itu bukan karena panic buying, tapi karena satu persoalan klasik: solar makin sulit didapat.

Dalam kunjungan kerja Komisi XII DPR RI, Selasa (28/10/2025), anggota DPR RI Syarif Fasha menyaksikan sendiri kenyataan pahit itu. “Kami sempat mampir ke SPBU karena heran melihat antrean begitu panjang. Setelah dicek, ternyata kuota solar hanya 10 kiloliter per hari. Dari enam SPBU, cuma dua yang dapat menyalurkan solar,” ujarnya usai meninjau lapangan.

Fasha menyebut kondisi ini sudah masuk tahap darurat distribusi energi. Menurutnya, pasokan tak seimbang dengan kebutuhan masyarakat, menyebabkan kelumpuhan aktivitas logistik di wilayah Papua Barat. “Kalau dibiarkan, antrean ini bukan hanya menghambat kendaraan, tapi juga ekonomi lokal. Distribusi barang dan hasil bumi akan terganggu,” tegas politisi NasDem itu.

Ia meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam. Langkah cepat harus diambil untuk mengatasi keterbatasan kuota tersebut. “Kami minta Bupati Manokwari segera bersurat ke Gubernur Papua Barat agar diteruskan ke BPH Migas. Tujuannya jelas: meminta tambahan kuota solar harian,” ujar Fasha.

Selain mendesak penambahan kuota, Fasha juga mendorong agar jumlah SPBU penyalur solar diperluas. “Dari dua menjadi tiga SPBU, dan kuota harian ditingkatkan dari 10 KL ke 15 KL. Ini sudah kami bicarakan dengan BPH Migas, dan mereka mencatatnya sebagai prioritas,” katanya.

Ia pun membantah isu yang sempat beredar bahwa pembatasan jam operasional SPBU merupakan kebijakan internal. Menurutnya, bukan soal waktu, tapi stok yang menipis terlalu cepat. “SPBU tutup lebih awal karena solar habis, bukan karena aturan jam. Kalau kuotanya ditambah, otomatis jam pelayanan bisa diperpanjang,” jelasnya.

Fasha berharap koordinasi lintas lembaga segera membuahkan hasil. “Jangan sampai warga Papua Barat selalu jadi korban kekurangan pasokan energi. Solar itu urat nadi ekonomi daerah. Kalau macet di situ, semua ikut melambat,” tutupnya.

#EnergiPapuaBarat #SolarLangka #ManokwariCrisis #BBM #Pertamina #BPHMigas #KomisiXIIdpr #NasDem #PapuaBarat #BeritaTerkini