HELIKOPTER HILANG KONTAK DI KALSEL, TIM SAR DITERJUNKAN

Fokus, Nasional79 Dilihat

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) mengumumkan hilangnya helikopter tipe BK117-D3 (H145) dengan registrasi PK-RGH milik PT Eastindo Air. Helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak pada Senin (1/9/2025) dalam penerbangan dari Bandar Udara Gusti Sjamsir Alam, Kotabaru menuju Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya.

Helikopter lepas landas pukul 08.46 WITA dan dijadwalkan tiba pukul 10.15 WITA. Kontak terakhir dengan radio VHF tercatat pukul 08.54 WITA sebelum akhirnya tidak terdeteksi. AirNav Bandara Gusti Sjamsir Alam segera melaporkan ke AirNav Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, yang kemudian diteruskan ke Kantor SAR Banjarmasin.

Lokasi hilangnya helikopter diperkirakan berada sekitar 4 kilometer dari kawasan Air Terjun Mandin Damar, pada koordinat 3°6’54.58″S 115°41’21.62″E, atau sekitar 71,5 kilometer dari USS Batulicin dengan waktu tempuh darat tujuh jam.

Helikopter membawa delapan orang, terdiri dari satu pilot, satu co-pilot, dan enam penumpang. “Saat ini kami sedang melakukan operasi pencarian dan upaya pertolongan,” ujar Dirjen Hubud, Lukman F. Laisa.

Operasi SAR dimulai pukul 12.20 WITA dengan melibatkan enam tim gabungan, yaitu Kantor SAR Banjarmasin, Pos SAR Kotabaru, USS Batulicin, Brimob Tanah Bumbu, BPBD Batulicin dan Hulu Sungai Selatan, serta unsur TNI-Polri. Hingga Senin malam, pencarian melalui jalur darat masih difokuskan di radius 1,5 kilometer dari titik terakhir komunikasi, namun belum ditemukan tanda-tanda reruntuhan helikopter.

Kondisi medan berat dan vegetasi lebat menjadi hambatan utama, ditambah kendala komunikasi. Sebanyak empat helikopter SAR telah dikerahkan, yakni Heli Polisi (AW169), Heli BNPB Elang Nusantara, Heli Whitesky dari Balikpapan, dan Heli NUH dari Balikpapan yang saat ini siaga menunggu instruksi.

Titik kumpul operasi udara SAR rencananya dipindahkan dari Banjarmasin ke Batulicin agar lebih dekat dengan lokasi, meski tetap memperhitungkan ketersediaan bahan bakar helikopter.

Ditjen Hubud juga menugaskan Principle Operation Inspector (POI) dan Principle Airworthiness Inspector (PAI) ke kantor pusat PT Eastindo untuk membantu koordinasi, memeriksa dokumen operasi dan perawatan helikopter, serta data kru penerbangan.

“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan berkomitmen penuh mendukung operasi SAR hingga seluruh korban dapat ditemukan. Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegas Lukman.

Ditjen Hubud menegaskan, perkembangan operasi pencarian akan terus diperbarui secara resmi sesuai progres di lapangan.