PRABOWO TEPUK TANGAN, TNI GELEGAR DI JANTUNG PARIS

Fokus, Internasional97 Dilihat

Langit Paris yang biru cerah menjadi saksi ketika Indonesia mencetak sejarah di jantung Eropa. Sebanyak 451 personel gabungan TNI dan Taruna TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Patriot II tampil sebagai kontingen pembuka Parade Militer Bastille Day 2025, Senin (14/7/2025), di Place de la Concorde, Paris, Prancis.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tampak berdiri memberi hormat dengan wajah penuh bangga. Ia berulang kali bertepuk tangan menyaksikan defile pasukan yang melangkah tegap diiringi lagu kebangsaan “Maju Tak Gentar” dari drumben Taruna “Gita Abdi Negara”. Suasana khidmat dan haru menyelimuti Champs-Élysées, seiring kibaran Merah Putih di tengah jantung diplomatik Prancis.

Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang dipercaya sebagai tamu kehormatan utama dengan mengirim kontingen militer penuh dalam parade Bastille Day. Sebelumnya, India, Jepang, Singapura, dan Amerika Serikat pernah mengisi slot prestisius ini—namun Indonesia menorehkan tonggak baru dengan tampil sebagai pembuka utama.

Pemerintah Prancis menyebut kehadiran detasemen Indonesia sebagai simbol kemitraan strategis dalam memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Kemitraan ini dipertegas sejak penandatanganan perjanjian strategis pada 2011 dan terus berkembang di bidang pertahanan, teknologi militer, hingga pelatihan bersama.

“Dengan mengundang kontingen Indonesia untuk membuka parade, Prancis menegaskan kualitas hubungan strategis dan prospek kerja sama pertahanan dengan Indonesia di kawasan Indo-Pasifik,” tulis Pemerintah Prancis dalam keterangan resminya.

Parade dimulai dengan formasi udara jet tempur Prancis yang menghentak langit Paris. Lalu pasukan Indonesia melangkah dengan formasi teratur: 262 personel defile dan 189 anggota drumben menyusuri jalan utama dengan semangat membara. Setiap langkah prajurit tak sekadar menampilkan kekuatan militer, tapi juga menyampaikan pesan kedisiplinan, kehormatan, dan semangat Nusantara yang berdaulat.

Hubungan pertahanan Indonesia–Prancis telah menunjukkan kemajuan signifikan. Selain pembelian alat utama sistem senjata, intensitas latihan militer gabungan dan pertukaran pendidikan antarperwira kian meningkat. Interaksi rutin antara Angkatan Laut dan Angkatan Udara kedua negara memperkuat keterpaduan kawasan, terutama di tengah dinamika Indo-Pasifik.

Acara Bastille Day 2025 juga menampilkan parade helikopter, kendaraan tempur darat, hingga pasukan berkuda khas Prancis. Parade diakhiri dengan penghormatan untuk peringatan 100 tahun Bleuet de France, lambang solidaritas nasional bagi veteran dan korban perang.

Dengan gemuruh langkah dan kibaran bendera, Satgas Patriot II tak hanya membawa nama Indonesia ke pentas dunia, tapi juga membangun simpul diplomasi yang lembut namun kuat. Presiden Prabowo Subianto menyaksikan semua itu dengan ekspresi yang tak menyisakan keraguan: Indonesia telah bicara dalam bahasa kehormatan dan persahabatan dunia.