MENHAN SJAFRIE GUNAKAN DIPLOMASI PERTAHANAN UNTUK BEBASKAN WNI DI MYANMAR

Fokus, Hukum54 Dilihat

“Lewat Jalur Militer, Indonesia Upayakan Pembebasan Influencer AP dari Penjara Insein”

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah mengupayakan pembebasan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Myanmar melalui jalur diplomasi pertahanan. Upaya ini dilakukan secara hati-hati mengingat situasi politik Myanmar yang masih berada di bawah kendali militer.

“Saya telah menghubungi Menteri Pertahanan Myanmar melalui Menteri Luar Negeri kita, karena sesuai protokol mereka, komunikasi pertahanan harus diawali lewat jalur diplomatik,” ujar Sjafrie kepada awak media di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Sjafrie menegaskan bahwa strategi diplomasi pertahanan akan terus digunakan sebagai saluran utama untuk intervensi. Ia menolak mengungkap detail strategi, dengan alasan sensitivitas situasi menyusul kudeta militer yang masih berlangsung di Myanmar.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa seorang pria asal Indonesia berinisial AP telah divonis tujuh tahun penjara oleh pengadilan Myanmar. Ia dituduh mendukung kelompok oposisi bersenjata dan dijerat dengan pelanggaran terhadap Undang-Undang Anti-Terorisme, Undang-Undang Imigrasi, dan Undang-Undang Asosiasi Ilegal Myanmar.

AP, yang dikenal sebagai influencer populer di media sosial, saat ini ditahan di Penjara Insein, Yangon—lembaga pemasyarakatan terkenal dengan pengamanan ketat dan catatan pelanggaran HAM.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan, terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik dalam pembebasan AP, sambil menjaga prinsip-prinsip kedaulatan dan hubungan bilateral dengan Myanmar.