13 KORBAN LEDAKAN DI GARUT BERHASIL TERIDENTIFIKASI, JENAZAH DISERAHKAN KE KELUARGA

Fokus, Hukum456 Dilihat

Proses identifikasi 13 korban tewas akibat ledakan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah rampung. Seluruh jenazah kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyampaikan kabar tersebut kepada wartawan di RSUD Pameungpeuk pada Selasa (13/5) malam. Ia menyebutkan, proses identifikasi berjalan lancar berkat kerja sama tim gabungan dari RSUD Pameungpeuk, TNI, dan Polri.

“Alhamdulillah, malam ini jenazah terakhir berhasil teridentifikasi,” ujar Nurdin.

Proses identifikasi dimulai sejak Senin (12/5), diawali dengan pencocokan identitas para korban. Pada malam pertama, tim berhasil mengidentifikasi sembilan jenazah, terdiri dari empat anggota TNI dan lima warga sipil. Seluruh proses akhirnya selesai pada Selasa malam, sehingga seluruh korban kini telah dikenali.

Selanjutnya, semua jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. “Insya Allah semuanya sudah diserahkan ke pihak keluarga,” kata Nurdin.

Nurdin juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk tim medis RSUD Pameungpeuk, personel TNI dan Polri, serta masyarakat yang membantu proses identifikasi dan penanganan jenazah.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan santunan kepada keluarga korban. “Pak Gubernur memberikan bantuan Rp50 juta kepada setiap keluarga korban,” ucap Nurdin. Ia menambahkan, ada pula dukungan tambahan dari pihak TNI dan Polri.

Dari data yang dihimpun, sembilan korban tewas merupakan warga sipil, mayoritas berasal dari Kecamatan Pameungpeuk dan Cibalong, serta satu dari Kecamatan Singajaya. Sementara itu, empat korban lainnya adalah anggota TNI yang diketahui berasal dari luar Garut, termasuk satu di antaranya dari Kota Bandung.

Insiden ledakan yang menewaskan 13 orang ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Garut dan keluarga korban. Pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mendata keluarga terdampak dan memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat.

SUMBER: ANTARA