Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan jalur karier terpadu bagi para alumni Program Magang Nasional. Langkah ini dilakukan agar peserta magang tidak berhenti hanya pada pengalaman kerja sementara, tetapi bisa langsung terhubung dengan peluang kerja di berbagai perusahaan setelah program selesai.
Skema tersebut dilakukan melalui integrasi platform MagangHub dengan KarirHub yang berada dalam ekosistem digital SIAPkerja milik Kemnaker. Dengan sistem baru ini, alumni magang dapat langsung memasukkan pengalaman dan portofolio kerja mereka ke profil profesional yang nantinya dipertemukan dengan kebutuhan perusahaan pencari tenaga kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program magang kini tidak lagi diposisikan sekadar pelatihan singkat, melainkan bagian awal dari perjalanan karier tenaga kerja muda Indonesia.
“Peserta magang akan diarahkan langsung ke platform pasar kerja yang terintegrasi dengan ribuan lowongan kerja terpercaya,” ujar Yassierli dalam keterangannya.
Melalui KarirHub, sistem akan melakukan pencocokan kompetensi atau job matching berdasarkan kemampuan, pengalaman magang, hingga minat kerja peserta. Platform itu juga telah terhubung dengan sejumlah portal lowongan kerja swasta seperti Glints, JobStreet, Kalibrr, dan KitaLulus untuk memperluas peluang penempatan kerja bagi alumni magang.
Kebijakan tersebut muncul di tengah tingginya persaingan dunia kerja, terutama bagi lulusan baru yang minim pengalaman profesional. Pemerintah menilai pengalaman magang dan sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah penting agar pencari kerja lebih mudah dilirik perusahaan.
Selain jalur karier, Kemnaker juga memperkuat aspek sertifikasi kompetensi bagi peserta magang nasional. Alumni magang akan mendapatkan kesempatan mengikuti asesmen dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis sesuai bidang yang mereka tekuni selama magang.
“Program magang harus menjadi ekosistem lengkap, mulai dari pelatihan, pengalaman kerja, sertifikasi, sampai penempatan kerja,” kata Yassierli.
Program Magang Nasional sendiri terus diperluas pemerintah pada 2026. Kemnaker menargetkan sebanyak 150 ribu peserta dapat mengikuti program tersebut pada gelombang keempat tahun ini. Program itu dirancang menjangkau seluruh provinsi di Indonesia agar kesempatan pengembangan kompetensi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kustandi, menyebut program magang nasional mendapat respons positif dari perusahaan maupun instansi pemerintah karena dinilai membantu kebutuhan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kemampuan peserta.
“Perusahaan merasa terbantu, kementerian juga terbantu, sementara peserta memperoleh keahlian dan sertifikat kompetensi,” ujarnya.
Bidang magang yang dibuka pun disebut sangat luas, mulai dari sektor pemerintahan, industri manufaktur, teknologi digital, hingga perusahaan swasta lintas bidang. Pemerintah juga mendorong perusahaan di daerah agar aktif menjadi mitra magang untuk memperluas pemerataan kesempatan kerja.
Kemnaker turut memperkuat pembekalan peserta menghadapi perubahan dunia kerja modern, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, dan peluang green jobs atau pekerjaan berbasis ekonomi hijau. Pemerintah menilai lulusan muda harus memiliki kemampuan adaptasi tinggi agar mampu bersaing di pasar kerja masa depan.
Di sisi lain, Kemnaker juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap situs palsu yang mengatasnamakan program magang dan pelatihan vokasi nasional. Seluruh pendaftaran resmi hanya dilakukan melalui platform resmi milik Kemnaker seperti MagangHub dan Skillhub.
Pengamat ketenagakerjaan menilai langkah integrasi magang dengan sistem pencarian kerja menjadi strategi penting untuk mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Selama ini, banyak lulusan magang kesulitan melanjutkan ke dunia kerja karena tidak memiliki akses jaringan profesional maupun informasi lowongan yang memadai.
Dengan model baru tersebut, pemerintah berharap program magang tidak lagi dipandang sekadar formalitas pengalaman kerja, melainkan menjadi jalur nyata menuju karier profesional bagi generasi muda Indonesia.






