ASEAN MEMANAS, MENLU SUGIONO DESAK KAMBOJA–THAILAND HENTIKAN PERANG

Fokus, Internasional330 Dilihat

 

Ketegangan bersenjata di perbatasan Kamboja–Thailand akhirnya memaksa ASEAN bergerak cepat. Indonesia tampil di garis depan. Menteri Luar Negeri RI Sugiono secara tegas menyerukan penghentian segera aksi militer dan mendorong kedua negara kembali ke meja dialog demi mencegah konflik meluas dan krisis kemanusiaan yang lebih dalam.

Seruan keras itu disampaikan dalam Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (22/12/2025). Dalam forum darurat tersebut, Indonesia mengapresiasi langkah Malaysia selaku Ketua ASEAN yang memfasilitasi pertemuan, sekaligus mendesak seluruh pihak menahan diri dan mematuhi Piagam ASEAN serta semangat persatuan kawasan.

Indonesia menegaskan konflik bersenjata bukanlah jalan keluar. Menlu Sugiono menyampaikan kesiapan penuh Indonesia untuk berperan aktif dan konstruktif, termasuk mengirimkan personel ke dalam Tim Pengamat ASEAN yang diberi mandat memantau kondisi lapangan secara langsung. Langkah ini dipandang penting untuk memastikan situasi tidak semakin memburuk dan perlindungan terhadap warga sipil tetap menjadi prioritas.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menyoroti perlunya penguatan kapasitas ASEAN dalam pencegahan konflik dan penyelesaian sengketa secara damai. Mekanisme yang sudah dimiliki ASEAN, termasuk Treaty of Amity and Cooperation (TAC), dinilai harus dimanfaatkan secara maksimal agar konflik antaranggota tidak berujung kekerasan terbuka.

Hasil pertemuan menghasilkan Pernyataan Ketua (Chair’s Statement) yang menegaskan kembali komitmen ASEAN terhadap persatuan, sentralitas, dan penyelesaian masalah melalui dialog. Pernyataan itu juga menyerukan pemulihan kepercayaan serta pembukaan kembali jalur komunikasi, baik secara bilateral maupun dengan fasilitasi Ketua ASEAN.

“Pada intinya, Indonesia selalu percaya bahwa dua keluarga kita di ASEAN, Kamboja dan Thailand, akan menemukan jalan damai melalui dialog, dengan dukungan penuh ASEAN,” ujar Sugiono dalam pernyataan resmi.

Pertemuan khusus ini digelar menyusul meningkatnya eskalasi konflik di perbatasan Kamboja–Thailand sejak 8 Desember 2025. Bentrokan tersebut telah menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta memaksa warga sipil di kedua sisi perbatasan mengungsi. ASEAN menilai situasi ini sebagai persoalan kemanusiaan serius yang tidak bisa ditunda penanganannya.

Seluruh menteri luar negeri negara anggota ASEAN hadir dalam pertemuan tersebut. Myanmar diwakili oleh Permanent Secretary Kementerian Luar Negeri sebagai perwakilan nonpolitis, sementara Vietnam mengirimkan pejabat tinggi.

Langkah cepat ASEAN, dengan Indonesia sebagai salah satu motor diplomasi, kini menjadi penentu: apakah kawasan mampu meredam konflik internalnya sendiri, atau justru membiarkan api ketegangan terus membesar di jantung Asia Tenggara.

#BreakingNews #ASEAN #KambojaThailand #DiplomasiASEAN #MenluRI #IndonesiaUntukPerdamaian #KonflikPerbatasan #HardNews #PolitikInternasional