BANJIR BANDANG AGAM MEMBARA: DUA JENAZAH DITEMUKAN, AKSES MASIH TERPUTUS

Fokus, Regional496 Dilihat

 

Deru ekskavator dan suara warga yang mencari keluarganya menghiasi udara di Palembayan. Di tengah material longsor yang menimbun rumah dan memutus jalan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan datang langsung ke Kabupaten Agam, Minggu (30/11/2025), memastikan bahwa negara hadir di saat-saat paling gelap bagi warganya.

Kunjungan keduanya dilakukan ke Salareh Aia, titik terdampak terparah yang hingga kini masih porak-poranda. Jalur utama tertimbun lumpur tebal, beberapa nagari terisolasi total, dan suara warga yang masih menanti kabar anggota keluarga terdengar di setiap sudut.

“Hari ini dua jenazah ditemukan. Laporan warga terkait keluarga hilang juga terus masuk,” kata Menhut Raja Juli Antoni di Lubuk Basung. Setiap laporan baru berarti harapan sekaligus ketakutan baru bagi warga yang bertahan di pengungsian.

Banjir bandang dan longsor yang menerjang pada Kamis sore memutus hampir seluruh akses menuju Palembayan. Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, serta relawan terus berjibaku membuka jalur meski hujan deras tak kunjung reda. Longsor berlapis-lapis menjadi penghalang terbesar untuk menjangkau lokasi-lokasi yang benar-benar terisolasi.

Karena itu, pemerintah menurunkan tambahan alat berat, termasuk ekskavator berukuran besar, untuk memaksa jalur darurat terbuka. “Bantuan sudah bergerak. Tapi tanpa akses, semuanya terhambat. Akses harus dibuka. Itu kuncinya,” tegas Menhut.

Namun kerusakan fisik bukan satu-satunya luka. Di balik puing dan lumpur, luka jiwa para penyintas mulai terlihat. Ada ayah yang kehilangan anak, ada keluarga yang kehilangan adik, kakak, hingga keponakan. Trauma menumpuk dan situasi pengungsian membuat tekanan mental semakin berat.

Karena itu, Menhut menekankan pentingnya pemulihan psikologis, terutama bagi anak-anak. Tim psikolog dari berbagai instansi, termasuk Polda Riau, mulai melakukan intervensi psikososial di tenda-tenda pengungsian.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengungkapkan bahwa pengerahan kekuatan ke Agam merupakan bentuk kepedulian lintas provinsi. “Kami bergerak cepat karena Riau berbatasan langsung dengan Sumbar. Ini duka bersama,” ujarnya.

Sebanyak 290 personel Brimob dan Samapta dengan kemampuan SAR sudah berada di lokasi sejak dua hari sebelum kunjungan Menhut. Dua ekskavator dikirim lebih awal untuk membuka jalur, disusul lima truk logistik berisi sembako, perlengkapan bayi, makanan siap saji, selimut, serta perlengkapan medis. Tidak berhenti di situ, 34 psikolog Polda Riau dikerahkan membantu pemulihan mental warga.

Hingga Minggu sore, situasi di Palembayan masih jauh dari pulih. Jembatan rusak, listrik sering padam, dan ratusan warga masih bertahan di posko pengungsian—menunggu kabar keluarga, menunggu bantuan, menunggu akses kembali terbuka.

Sementara alat berat terus bekerja melawan waktu dan cuaca, satu hal kini menjadi harapan seluruh warga Agam: jalur terbuka, bantuan masuk, dan keluarga mereka kembali ditemukan—hidup atau pun telah pergi.

#AgamBanjirBandang #LongsorAgam #BreakingNewsSumbar #RajaJuliAntoni #KapoldaRiau #Palembayan #BencanaSumbar #UpdateBencana #SARIndonesia #LogistikBencana