BERSEJARAH! KAPOLRI ZIARAH KE MAKAM MARSINAH

Fokus, Hukum413 Dilihat

 

NGANJUK — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sekaligus meninjau rumah masa kecil tokoh buruh legendaris tersebut, Sabtu (27/12/2025).

Kunjungan ini menjadi momen bersejarah setelah Marsinah resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025.

“Terima kasih kepada Ibu Marsini, kakak kandung almarhumah Marsinah, yang telah mengundang kami ke Nganjuk. Alhamdulillah hari ini kami bisa hadir, berziarah ke makam beliau dan melihat langsung rumah masa kecilnya,” ujar Kapolri kepada awak media.

Usai ziarah, Kapolri juga melakukan groundbreaking pembangunan Museum Nasional sekaligus Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Sukomoro, yang akan menjadi pusat edukasi dan memorial perjuangan buruh Indonesia.

“Hari ini kita juga melaksanakan peletakan batu pertama museum dan rumah singgah Pahlawan Nasional Marsinah, sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan beliau membela hak-hak buruh,” kata Sigit.

Kapolri berharap, museum tersebut dapat menjadi warisan semangat perjuangan Marsinah, sekaligus ruang refleksi bagi kaum buruh dalam memperjuangkan hak-haknya secara tertib, terukur, dan konstruktif.

“Hak buruh harus terus diperjuangkan, tetapi tetap dengan cara yang baik agar pesan sampai, iklim investasi terjaga, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan,” tegasnya.

Selain nilai sejarah, Kapolri menekankan bahwa pembangunan museum ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya melalui UMKM di Desa Nglundo.

“Akan ada kunjungan dari buruh seluruh Indonesia. Ini akan menghidupkan UMKM dan perekonomian desa, sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Kapolri menegaskan, keberadaan museum Marsinah merupakan aset strategis, tidak hanya bagi Desa Nglundo dan Kabupaten Nganjuk, tetapi juga bagi Provinsi Jawa Timur dan bangsa Indonesia.

“Ini aset nasional. Marsinah adalah pahlawan bagi buruh Indonesia, dan kebanggaan bangsa,” tandasnya.

Ia pun berharap, semangat perjuangan Marsinah dapat menjadi inspirasi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaulat, sejajar dengan negara-negara besar dunia.

Marsinah diketahui lahir di Desa Nglundo, Nganjuk, pada 10 April 1969. Ia merupakan aktivis buruh PT Catur Putra Surya (CPS) yang dikenal vokal memperjuangkan hak pekerja. Marsinah diculik dan dibunuh pada 8 Mei 1993, menjadikannya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di era Orde Baru.

Namanya abadi sebagai ikon perjuangan buruh Indonesia, peraih Penghargaan Yap Thiam Hien 1993, serta Pahlawan Nasional pertama yang lahir setelah Indonesia merdeka.

#BreakingNews #Marsinah #Kapolri #PahlawanNasional #BuruhIndonesia #MuseumMarsinah #Nganjuk #JawaTimur #BeritaNasional #NewsUpdate