Pendopo Kabupaten Demak berubah menjadi ruang penuh aura magis ketika pameran Keris Tosan Aji digelar sejak Selasa (25/11/2025). Di tengah cahaya lampu yang memantul pada bilah-bilah pusaka, ratusan pengunjung terpikat oleh keragaman senjata tradisional dari berbagai daerah Nusantara—mulai dari keris, pedang, tombak, hingga pusaka langka dari Lombok.
Di antara peserta yang paling menarik perhatian adalah Saiful Hizam Ibrahim, kolektor asal Lombok, yang membawa belasan pusaka dengan kisaran harga yang membuat pengunjung tercengang: mulai dari Rp1 juta hingga Rp35 juta.
“Yang paling mahal ini, harganya Rp35 juta. Full perak,” tuturnya sambil menunjukkan salah satu keris berbalut pamor halus.
Saiful mengungkapkan bahwa keris Lombok memiliki karakter berbeda dibanding keris Jawa. Banyak keris yang ia bawa justru berasal dari budaya Bugis dan ditemukan di wilayah Sumbawa, Dompu, serta Bima. Sedangkan keris khas Lombok biasanya menggunakan kek Bali sebagai ciri utamanya.
Soal asal-usul pusaka, Saiful mengakui sebagian besar ia dapatkan dari masyarakat setempat. Ada jaringan pencari khusus yang berkeliling desa—dari kampung ke kampung—untuk menemui warga yang ingin menjual pusaka keluarga.
“Di Lombok belum pernah ada pusaka ditemukan di sungai seperti di Jawa,” ujarnya.
Menurut Saiful, keaslian pusaka bisa dibaca dari karakter dan tekstur besinya. Bilah sepuh memiliki tampilan yang berbeda, sehingga mudah dibedakan dari pusaka buatan baru atau kemardikan.
Ia menambahkan, nilai sebuah pusaka banyak dipengaruhi status sosial pemilik terdahulu. Semakin tinggi derajat bangsawan pemiliknya, semakin megah pula bentuk, detail, dan bahan pembuatnya.
Sementara itu, Hartono, kolektor dari Mojokerto, mengungkap alasan mengapa banyak pusaka Jawa ditemukan di dasar sungai. Pada masa lalu, sungai menjadi jalur perang dan juga tempat pelarungan pusaka yang dianggap kuat secara spiritual.
Saat ini pencarian pusaka bahkan sudah menggunakan teknologi modern seperti metal detector, dan jika perlu dilakukan penyelaman menggunakan tabung oksigen di sungai-sungai besar.
Pameran Keris Tosan Aji yang digelar di Pendopo Satya Bhakti Praja, Demak, berlangsung hingga Kamis (27/11/2025). Acara ini sekaligus menandai 20 tahun pengakuan keris sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, memperlihatkan betapa kuatnya jejak sejarah, budaya, dan spiritualitas dalam sebilah pusaka.
#PameranKeris #KerisTosanAji #PusakaNusantara #DemakHeritage #KerisLombok #BugisHeritage #UNESCO #WarisanBudaya #GoogleNews






