Di sebuah sore yang ramai di kawasan Tuparev, deru napas para atlet muda bercampur dengan bunyi samsak yang dipukul bertalu-talu. Di dalam Bravo Camp Training Center, Pengurus Kick Boxing Indonesia (KBI) Kota Cirebon berkumpul dalam sebuah rapat koordinasi yang terasa lebih mirip ruang strategi menjelang perang besar. Inilah persiapan awal menuju Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jabar 2026, ajang yang akan menentukan nasib mereka naik atau gugur sebelum bertanding di kancah utama.
Ketua KBI Kota Cirebon, Rinna Suryanti ST, berdiri di tengah ruangan dengan ketegasan khas seorang pemimpin yang sedang mengatur barisan. Ia memastikan bahwa seluruh kebutuhan para atlet—dari perlengkapan, jadwal latihan, hingga pendampingan mental—sudah dirapikan. “Rakor hari ini adalah langkah pertama kita sebelum pengiriman atlet. Semua fasilitas sudah kami siapkan, tinggal bagaimana atlet menjaga semangat dan fokus,” ujarnya pada Rabu siang.
Ada 15 atlet yang kini dikunci dalam program Training Center Platcab, menjalani disiplin seperti tentara. Bagi Rinna, target BK bukan soal medali, tetapi memastikan mereka tembus ke babak utama Porprov. Ia memasang angka ambisius: minimal 90 persen atlet harus lolos. Jika itu terjadi, pengurus berkomitmen “all out” untuk kebutuhan mereka di tahap berikutnya.
Di pinggir ruangan, pelatih utama Ravo memaparkan peta jalan latihan: tahap awal menaikkan stamina, disusul teknik, ritme, dan simulasi tanding. Wajah para atlet yang mendengarkan memperlihatkan campuran gugup, percaya diri, dan tekad yang mengeras.
“Kita sedang fokus pada peningkatan stamina di tahap Training Center. Target pertama adalah pertandingan tanggal 24. Yang penting lolos dulu,” terang Ravo. Ia menyebut Cirebon akan menurunkan petarung di berbagai nomor—Full Contact, Lowkick, Point Fighting, hingga Light Contact—dengan kelas mulai dari 57 kg hingga 63 kg putra.
Namun ada satu nama yang membuat ruangan makin bersemangat: seorang eks-atlet PON peraih emas, andalan Cirebon, yang akan turun di kelas 48 kg Lowkick Putri. Ravo menyebutnya sebagai jaminan amunisi kuat. “Targetnya? Semua lolos,” katanya tanpa ragu.
Sementara rakor berlangsung, dentuman samsak dan aba-aba latihan menjadi latar suara yang menandai satu hal: di Cirebon, kickboxing bukan sekadar olahraga, tapi tapak perjuangan para anak muda yang ingin membuktikan diri. Porprov masih satu tahun lagi, tapi atmosfer tempurnya sudah terasa sejak sekarang.
#KBI #KickBoxingCirebon #PorprovJabar2026 #AtletCirebon #BravoCamp #SportCirebon #KickBoxingIndonesia #RoadToPorprov #CirebonBergerak #OlahragaJabar
SUMBER: RRI






