TERLALU SERING MANDI BISA MERUSAK KULIT! INI PENJELASAN DOKTER

Fokus, Kesehatan65 Dilihat

 

Cuaca panas akhir-akhir ini bikin tubuh lengket dan gerah, membuat banyak orang ingin mandi berkali-kali sehari. Tapi hati-hati — kebiasaan sering mandi justru bisa merusak kulitmu.

Hal itu diungkapkan oleh dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK., dokter spesialis kulit dan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski). Menurutnya, mandi terlalu sering—apalagi dengan cara yang salah—dapat merusak lapisan pelindung alami kulit (skin barrier).

“Terlalu sering mandi, apalagi dengan cara yang salah, bisa merusaknya,” ujarnya, dikutip dari Antaranews, Sabtu (25/10/2025).

Dr. Arini menjelaskan, kulit memiliki lapisan minyak alami (sebum) yang menjaga kelembapan dan melindungi dari iritasi. Ketika seseorang mandi terlalu sering, terutama menggunakan air panas atau sabun keras, lapisan pelindung ini bisa hilang—akibatnya, kulit menjadi kering, sensitif, bahkan mudah gatal dan pecah-pecah.

Mengacu pada panduan American Academy of Dermatology (AAD), dr. Arini menegaskan bahwa mandi dua kali sehari sudah ideal, dengan durasi maksimal 5–10 menit setiap kali.

“Gunakan air hangat, bukan air panas, karena air panas bisa mengikis minyak alami kulit,” jelasnya.

Selain itu, ia menyarankan untuk memilih pembersih tubuh yang lembut dan bebas sabun (soap-free), dengan pH seimbang (pH-balanced), serta mengandung bahan pelembap seperti ceramides, glycerin, atau niacinamide. Produk seperti ini mampu membersihkan tanpa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya.

Usai mandi, langkah penting berikutnya adalah mengunci kelembapan kulit dengan pelembap.
“Dalam waktu 3–5 menit setelah mengeringkan badan dengan handuk (cukup ditepuk-tepuk, jangan digosok), segera aplikasikan pelembap,” sarannya.

Jika tubuh terasa lengket dan ingin mandi lebih dari dua kali, dr. Arini menyarankan cukup bilas dengan air tanpa sabun, terutama pada area lipatan seperti ketiak atau selangkangan.
“Gunakan pembersih hanya di area tertentu agar lapisan pelindung kulit tetap terjaga,” tambahnya.

Menurutnya, di tengah cuaca ekstrem yang kerap berubah antara panas dan lembap, keseimbangan adalah kunci.
“Rawat kulit dengan bijak—jaga kebersihan tanpa mengikis pelindung alami, pertahankan kelembapan, dan jangan lupa perlindungan dari sinar UV,” tutupnya.

#KesehatanKulit #Perdoski #drAriniAstasari #MandiSehat #SkinBarrier #KulitKering #TipsDermatologi #Kesehatan #Lifestyle #BreakingNews