PRABOWO DI KTT ASEAN: “KALAU TERPECAH, KITA AKAN DIABAIKAN”

Fokus, Internasional153 Dilihat

 

Kuala Lumpur — Dalam suasana dunia yang kian terbelah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan dan sentralitas ASEAN sebagai kunci menjaga stabilitas kawasan. Pesan itu disampaikan tegas saat menghadiri sesi retret Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Minggu (26/10/2025).

“Dunia saat ini terpecah belah. Persaingan semakin tajam, kepercayaan memudar, dan tatanan global kehilangan keseimbangan. Dalam situasi seperti ini, ASEAN harus tetap bersatu. Persatuan dan sentralitas bukan sekadar kata-kata kunci. Tanpanya, kita berisiko dipecah belah oleh kekuatan yang lebih besar,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Presiden menegaskan bahwa kekuatan sejati ASEAN tidak terletak pada konfrontasi atau kekuatan militer, melainkan pada kemampuan berdialog dan membangun keterlibatan yang konstruktif serta inklusif. Prinsip inilah, kata Prabowo, yang selama puluhan tahun membuat ASEAN bertahan menghadapi badai geopolitik dan menjadi contoh diplomasi kawasan yang efektif.

“Itulah cara ASEAN, dipandu oleh dialog, kesabaran, dan saling menghormati. Melalui pendekatan seperti itu kita telah melewati berbagai ujian di masa lalu — dan dengan semangat yang sama, kita akan terus melangkah ke depan,” lanjutnya.

Dalam isu keamanan maritim, Prabowo memberi penekanan khusus pada pentingnya suara kolektif ASEAN dalam menegakkan hukum laut internasional. Ia menegaskan semua anggota harus berkomitmen menjalankan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982, serta mempercepat pembentukan kode etik maritim yang efektif dan substantif pada tahun mendatang.

“Kita harus terus bersuara satu dalam menegakkan UNCLOS 1982 dan mengupayakan penyelesaian kode etik maritim yang substansial tahun depan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Kepala Negara mengajak seluruh pemimpin ASEAN untuk memperkuat solidaritas menghadapi tekanan global — dari geopolitik hingga ekonomi. Menurutnya, persatuan ASEAN bukan sekadar simbol diplomatik, tapi fondasi eksistensi kawasan di tengah persaingan blok dunia.

“Jika kita terpecah belah, kita kehilangan kredibilitas. Tapi jika kita bersatu, kita tidak bisa diabaikan. Indonesia siap berjalan bersama ASEAN demi perdamaian, kesejahteraan, dan masa depan rakyat kita,” pungkas Prabowo.

#PrabowoSubianto #KTTASEAN47 #ASEANUnity #DiplomasiRegional #UNCLOS1982 #MaritimASEAN #KualaLumpur #PolitikLuarNegeri #IndonesiaUntukASEAN #BeritaTerkini