HARGA CABAI DAN BERAS TURUN SERENTAK

Ekonomi, Fokus, Nasional173 Dilihat

 

Di tengah riuh pasar tradisional yang mulai padat sejak subuh, ada kabar yang menenangkan dompet. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan sebagian besar harga kebutuhan pokok kemarin, Minggu (12/10/2025), turun serentak. Penurunan itu mencakup komoditas yang selama ini paling bikin kening berkerut: cabai, bawang, dan beras.

Data dari Panel Harga Bapanas mencatat, cabai rawit merah yang sebelumnya menembus Rp45.745 per kilogram kini turun menjadi Rp44.652. Cabai merah besar ikut menurun ke Rp49.347 dari Rp51.160, sementara cabai merah keriting merosot ke Rp55.662 per kg dari Rp58.660. Di kios sayur, pedagang sempat berseloroh, “Akhirnya tangan enggak panas lagi ngitung harga cabai.”

Harga bawang merah juga ikut turun tipis menjadi Rp38.408 per kg dari Rp38.539, sedangkan bawang putih bonggol kini berada di kisaran Rp36.689 per kg dari Rp37.060.

Sementara itu, beras premium turun menjadi Rp15.923 per kg dari Rp15.924, dan beras medium kini Rp13.712 per kg, sedikit lebih rendah dibanding sebelumnya Rp13.809. Jenis beras SPHP, yang biasa disalurkan untuk menjaga harga stabil, juga menyusut ke Rp12.495 per kg dari Rp12.527.

Penurunan harga juga terjadi pada kedelai impor (Rp10.603 dari Rp10.697) dan jagung untuk peternak (Rp6.681 dari Rp6.685). Meski turunnya tak signifikan, tren ini menunjukkan tekanan harga mulai mereda setelah sempat melonjak sepanjang kuartal ketiga.

Namun, tidak semua kabar membuat senyum lebar. Beberapa harga justru naik. Daging ayam ras kini di kisaran Rp38.217 per kg dari Rp37.841, dan daging sapi murni naik tipis ke Rp134.996 per kg. Minyak goreng curah juga ikut terkerek ke Rp17.531 per liter, dari Rp17.495.

Untuk produk olahan, tepung terigu masih cenderung stabil: terigu curah Rp9.664 per kg dari Rp9.731, dan terigu kemasan Rp12.829 dari Rp12.942. Di sektor protein laut, ikan tongkol turun ke Rp34.198 per kg, dan bandeng kini Rp34.225 dari Rp35.057.

Yang menarik, gula konsumsi kembali turun ke Rp17.964 per kg, setelah sempat menyentuh Rp18.019. Begitu pula garam konsumsi, yang kini di level Rp11.246 per kg dari Rp11.545.

Adapun untuk komoditas daging impor, daging kerbau beku melorot ke Rp102.373 per kg dari Rp105.610, sedangkan daging kerbau segar lokal turun ke Rp139.423 dari Rp140.778.

Meski sebagian besar harga turun hanya ratusan rupiah, tren stabilisasi ini menjadi sinyal positif di tengah tekanan inflasi pangan yang masih terasa. “Turunnya harga pokok penting ini bisa jadi momentum menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun,” kata salah satu analis pangan di Jakarta.

Jika tren ini berlanjut, pasar rakyat mungkin akan kembali hidup dengan senyum lebih lepas—tanpa terlalu sering menawar.

#HargaPangan #CabaiTurun #BerasMurah #InflasiPangan #Bapanas #EkonomiRakyat #PasarTradisional #StabilitasHarga