Malam yang seharusnya tenang di sebuah warung kopi kawasan Jakarta Pusat berubah menjadi teror. Dini hari tadi, segerombolan pria bersenjata tajam dan airsoft gun menyerbu sebuah warkop tanpa alasan jelas, membuat pengunjung pontang-panting menyelamatkan diri.
Aksi brutal itu dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, Kamis (9/10/25). “Telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan oleh sekitar 15 motor yang membawa sajam dan airsoft gun,” ujarnya.
Menurut keterangan saksi, suasana tiba-tiba mencekam ketika konvoi motor melintas di depan warkop sekitar pukul dua dini hari. Tanpa basa-basi, mereka berhenti, lalu menyerbu. Beberapa di antaranya menenteng celurit, parang, dan pistol airsoft.
“Sekelompok orang itu langsung menghajar pengunjung dan pemilik warkop, tanpa sebab. Yang tak sempat kabur langsung dipukuli,” tutur Susatyo.
Beberapa pelanggan dilaporkan mengalami luka ringan akibat pukulan benda tumpul. Sementara pemilik warkop hanya bisa pasrah ketika para pelaku merampas uang dagangan sekitar Rp2 juta dari meja kasir.
Usai membuat kekacauan, kawanan tersebut kabur dengan kecepatan tinggi, meninggalkan lokasi yang porak-poranda. Kursi dan gelas pecah berserakan, suasana berubah tegang.
Polisi kini tengah memburu para pelaku. Dari lokasi kejadian, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV dan satu butir peluru gotri yang diduga ditembakkan dari airsoft gun para penyerang.
“Pelaku masih dalam penyelidikan. Kami sudah mengantongi rekaman CCTV warkop dan peluru gotri sebagai bukti awal,” tegas Kapolres.
Serangan ini menambah daftar panjang aksi kekerasan jalanan yang melibatkan kelompok bermotor bersenjata di ibu kota. Polisi berjanji akan menindak tegas siapa pun yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya kelompok geng motor di balik penyerangan ini.
Warga di sekitar lokasi kejadian mengaku masih trauma. “Tiba-tiba rame banget, ada suara tembakan, orang teriak-teriak. Kami kira tawuran, ternyata warkop diserang,” kata seorang saksi mata yang tinggal tak jauh dari tempat kejadian.
Kini, garis polisi telah dipasang di sekitar warkop. Tim Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan penyelidikan lanjutan, memeriksa saksi, dan menelusuri jejak pelaku melalui rekaman kamera pengawas di jalan sekitar.
Malam yang biasanya jadi tempat pelarian dari penat, berubah jadi mimpi buruk bagi pengunjung warkop itu. Jakarta kembali diingatkan: ketenangan bisa lenyap sekejap, bila geng motor bersenjata mulai bergerak.
#BreakingNews #WarkopDiserang #JakartaPusat #GengMotor #PencurianDenganKekerasan #PolisiJakarta #KriminalitasJakarta #AirsoftGun #Sajam #KapolresSusatyo #KejahatanJalanan






