LAGA HIDUP-MATI! SEMEN PADANG HADAPI PERSITA DI TENGAH KRISIS

Fokus, Olahraga122 Dilihat

 

Semen Padang FC datang ke Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (4/10/2025), dengan beban berat. Laga tunda pekan ke-4 BRI Super League 2025/26 melawan Persita bukan sekadar pertandingan biasa, tapi pertaruhan nasib Kabau Sirah yang tengah terpuruk.

Tim asuhan Eduardo Almeida itu tersungkur di dasar klasemen, posisi ke-18, hanya mengantongi empat poin dari enam pertandingan. Tiga laga terakhir mereka berakhir dengan luka: tumbang 1-2 dari PSBS Biak di kandang, dipukul 0-1 oleh Persebaya di Surabaya, lalu dipermalukan Bali United 1-3 di hadapan publik sendiri.

Kini, moral tim ibarat lampu redup. Kemenangan atas Persita menjadi harga mati jika tak ingin semakin terjerembab dalam krisis. “Ini momentum untuk bangkit. Kami harus pulang dengan hasil,” begitu nada optimistis yang coba dipertahankan kubu Kabau Sirah.

Almeida membawa 21 pemain terbaiknya. Di bawah mistar, ada Arthur Augusto dan Iqbal Bachtiar. Lini belakang dijaga Angelo Meneses, Rui Rampa, Ricki Ariansyah, Leo Guntara, Samuel Christianson, hingga Zidane Afandi. Di sektor tengah, motor permainan dipercayakan pada Alhassan Wakaso, Pedro Matos, hingga Irsyad Maulana. Sementara di lini depan, Bruno Gomes dan Muhammad Ridwan jadi tumpuan terakhir.

Namun lawan yang dihadapi tak bisa dianggap enteng. Persita Tangerang justru sedang on fire. Pendekar Cisadane baru saja membuat kejutan dengan menumbangkan Persib Bandung 2-1 di Gianyar. Dari enam laga, Persita mengoleksi 10 poin, duduk manis di peringkat ke-9, dengan catatan tiga kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.

Duel ini pun ibarat dua kutub berbeda: tim yang tengah naik daun melawan tim yang terseret badai kekalahan. Bagi Semen Padang, hasil imbang saja tak cukup. Mereka butuh tiga poin penuh untuk menyelamatkan harga diri, juga menghidupkan kembali asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.