Kabar yang menyebut air mineral dari galon polikarbonat berbahaya bagi ibu hamil kembali dibantah para dokter dan otoritas kesehatan. Narasi menakut-nakuti itu dinilai tidak punya dasar ilmiah, bahkan berpotensi menyesatkan publik.
“Tidak ada bukti medis yang menunjukkan air mineral dari galon polikarbonat berbahaya. Justru air sangat penting untuk ibu hamil dan menyusui,” kata dr. Dyah Novita Anggraini, Sp.OG, Selasa (30/9).
Menurutnya, air mineral berkualitas menyimpan manfaat penting: kalsium untuk pertumbuhan tulang janin, magnesium untuk mencegah hipertensi dan risiko prematur, serta natrium dan selenium yang dibutuhkan tubuh.
Pandangan senada datang dari dr. H. Muh. Natsir Nugroho, Sp.OG, M.Kes. Ia menegaskan bahwa kesehatan janin lebih ditentukan oleh nutrisi seimbang dan kondisi tubuh ibu, bukan soal kemasan air. “Air dari galon polikarbonat aman dikonsumsi. Yang terpenting pilih air matang dan bersih,” ujarnya.
Dukungan atas keamanan produk ini juga datang dari otoritas global. BPOM RI dan FDA Amerika Serikat menyatakan penggunaan polikarbonat dalam kemasan pangan masih berada pada level aman. FDA bahkan menegaskan kadar BPA yang mungkin bermigrasi ke dalam minuman sangat jauh di bawah ambang batas, sementara BPOM terus mengawasi ketat standar keamanan produk.
Hasil uji laboratorium pun konsisten menunjukkan kandungan BPA di galon berada pada level sangat rendah dan tidak berisiko bagi kesehatan.
Isu soal bahaya galon polikarbonat dipandang lebih sebagai manuver bisnis untuk menggeser pasar ke produk sekali pakai. “Ini bukan soal medis, tapi persaingan dagang,” ujar seorang pakar.
Kesimpulannya jelas: ibu hamil tak perlu resah. Selama kebutuhan nutrisi terpenuhi dan cairan tubuh terjaga, konsumsi air mineral dari galon polikarbonat tetap aman.






