134 WNI TERKURUNG KERUSUHAN NEPAL, 18 DIEVAKUASI PULANG

Fokus, Internasional184 Dilihat

Kerusuhan yang melanda Nepal sejak awal pekan ini berbuntut panjang. Jalanan ibu kota Kathmandu porak-poranda, toko-toko dijarah, dan 31 nyawa melayang. Di tengah kekacauan itu, ada 134 warga negara Indonesia (WNI) yang ikut terjebak. Kementerian Luar Negeri bergerak cepat memastikan mereka selamat.

Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, dalam pernyataan resmi Jumat (12/9), mengatakan koordinasi dengan otoritas Nepal sudah dilakukan. “KBRI Dhaka menghubungi WNI di Nepal untuk memastikan kondisi mereka aman,” ujarnya. Dari wisatawan hingga peserta konferensi internasional, semuanya dipastikan dalam pantauan.

Namun, rasa aman bukan berarti bebas ancaman. Imbauan pun dikeluarkan: jauhi titik demonstrasi, tetap waspada, dan manfaatkan hotline darurat 24 jam yang kini dibuka KBRI. Koordinasi juga dilakukan dengan aparat setempat untuk membantu WNI yang kesulitan keluar dari Kathmandu akibat bandara dan akses jalan kerap tertutup massa.

Sebagian WNI sudah berhasil keluar lebih dulu. Kemlu mencatat 18 orang dievakuasi dari Kathmandu, Kamis (11/9). Mereka dipulangkan dengan pendampingan tim perlindungan WNI dari Bandara Internasional Tribhuvan, lalu dijadwalkan tiba di Soekarno-Hatta pada Jumat (12/9).

Siapa saja mereka? Sebagian besar adalah peserta forum kerja sama energi terbarukan “3rd Exchange of Renewable Energy Mini-grids in South-South and Triangular Cooperation (ENTRI)”, sebuah pertemuan Indonesia–Nepal–Jerman yang berlangsung 8–12 September. Mereka berasal dari Kementerian ESDM, Kementerian Kesehatan, Universitas Indonesia, serta lembaga kerja sama internasional GIZ Indonesia.

Kerusuhan di Nepal meletus sejak Senin (8/9) setelah protes terhadap korupsi pemerintah dan pelarangan media sosial populer berubah menjadi amuk massa. Penjarahan meluas, bentrok tak terkendali, dan korban berjatuhan. Situasi makin gawat setelah Perdana Menteri Sharma Oli memilih mundur. Presiden Ram Chandra Paudel kini berpacu waktu menyusun pemerintahan baru di atas puing-puing kepercayaan rakyat.

Di tengah pusaran krisis itu, nasib ratusan WNI jadi perhatian utama Jakarta. Pemerintah Indonesia masih menunggu kabar lanjutan dari lapangan, sembari menyiapkan opsi evakuasi tambahan jika situasi makin memburuk.