Layanan internet dan data di sejumlah wilayah Papua bagian selatan lumpuh setelah kabel laut milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengalami kerusakan serius. Insiden itu berdampak pada pelanggan di Merauke, Timika, hingga Kaimana, yang sejak Jumat (15/8/2025) malam merasakan penurunan drastis kualitas koneksi digital.
Gangguan terjadi pada Sistem Komunikasi Kabel Laut Sulawesi-Maluku-Papua Cable System #2 (SKKL SMPCS#2), tepatnya di ruas Sorong–Merauke. Tim teknis Telkom mengidentifikasi adanya hubung singkat ganda di dua titik berbeda yang berada di kedalaman 50 sampai 500 meter di bawah laut. Hingga kini, penyebab pasti kerusakan masih diselidiki.
Executive Vice President Telkom Regional V, Amin Soebgayo, menyampaikan permintaan maaf resmi kepada masyarakat. “Kami memahami betapa pentingnya komunikasi digital di Papua selatan. Karena itu, tim kami bekerja penuh untuk mempercepat pemulihan layanan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” ujar Amin dalam keterangan pers, Sabtu (16/8/2025).
Sebagai langkah darurat, Telkom mengaktifkan jalur cadangan meski kapasitasnya terbatas. Perusahaan juga menerapkan kebijakan Quality of Service (QoS) untuk memastikan layanan penting seperti panggilan suara dan SMS tetap berjalan.
Telkom menegaskan komitmen memberi pembaruan informasi secara berkala sekaligus berterima kasih atas kepercayaan masyarakat dan para pemangku kepentingan. Hingga kini, pengguna di Papua selatan masih menunggu pemulihan penuh agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik bisa kembali normal.












