DUNIA BERGOLAK, INDONESIA TETAP TENANG

Fokus, Nasional71 Dilihat

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan tetap bersikap tenang dan berfokus menjaga stabilitas nasional di tengah meningkatnya ketegangan global. Penegasan itu disampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna ke-8 di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Dalam rapat yang dihadiri seluruh anggota Kabinet Merah Putih, Prabowo menyoroti eskalasi konflik bersenjata yang terus meluas, mulai dari perang Ukraina, krisis berkepanjangan di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, hingga konflik di Suriah. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai tragedi kemanusiaan besar yang menjadi perhatian dunia.

“Korban terus berjatuhan, perempuan dan anak-anak dibantai, dan ini semua terjadi di depan mata kita,” ujar Prabowo dalam pernyataannya yang disampaikan dengan nada tegas.

Presiden juga menyinggung meningkatnya ketegangan antarnegara besar di kawasan Asia, termasuk potensi konflik yang melibatkan negara-negara di Asia Tenggara. Ia memastikan Indonesia tidak akan tinggal diam, melainkan akan terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian regional melalui dukungan terhadap peran sentral ASEAN.

“Kita akan terus mendorong ASEAN agar tetap jadi kekuatan diplomasi damai di tengah berbagai konflik yang mengancam kawasan,” ujar Prabowo.

Selain dinamika geopolitik, Prabowo menyinggung tekanan dari sisi geoekonomi global. Ia menyatakan bahwa kebijakan perdagangan proteksionis, terutama tarif impor tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat, telah menambah beban bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Menurutnya, respons terbaik yang bisa diambil adalah ketenangan dan kehati-hatian. Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, akan tetap menjalankan strategi ekonomi secara terukur demi menjaga daya tahan nasional di tengah gejolak eksternal.

“Ketidakpastian ini nyata. Tapi kita tidak boleh panik. Kita hadapi semua tantangan ini dengan kepala dingin dan strategi yang tepat,” tegas Presiden.

Sidang Kabinet Paripurna ini menjadi forum penting untuk konsolidasi langkah-langkah pemerintah menjelang akhir tahun anggaran 2025, termasuk strategi penguatan sektor ekonomi dan diplomasi luar negeri menghadapi situasi dunia yang tidak menentu.