Jagat maya kembali dihebohkan oleh beredarnya video viral yang menampilkan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), seolah menyatakan bahwa merokok lebih baik daripada mengonsumsi obat dari apotek. Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial, khususnya Facebook.
Namun setelah ditelusuri, video itu ternyata hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan sumber pada Selasa (15/7/2025), analisis menggunakan alat deteksi AI dari Hive Moderation menunjukkan bahwa probabilitas video tersebut dipalsukan mencapai 81,6 persen.
Video asli yang dijadikan bahan manipulasi sebenarnya adalah cuplikan wawancara resmi SBY yang ditayangkan di kanal YouTube Liputan 6 pada 2 Juni 2025. Dalam wawancara tersebut, SBY sama sekali tidak membahas soal rokok atau obat-obatan.
Fokus utama SBY dalam video aslinya adalah membahas situasi geopolitik, khususnya konflik bersenjata antara Israel dan Iran yang berlangsung pada 13 hingga 25 Juni 2025. Tidak ada satu pun bagian dalam rekaman itu yang menyentuh isu kesehatan, rokok, atau apotek.
Manipulasi ini diduga menggunakan teknik deepfake, yang kini makin marak digunakan untuk menyebarkan informasi palsu dan membingungkan publik. Kasus ini menambah panjang daftar penyalahgunaan teknologi AI di ruang digital.
Pakar keamanan siber mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap konten digital, serta melakukan pengecekan sumber sebelum membagikannya. Sementara itu, otoritas terkait diminta menindak tegas pelaku penyebar konten hoaks demi menjaga integritas informasi publik.






