PBNU KUTUK ISRAEL, SEBUT IRAN BELA DIRI, DESAK DIALOG DAMAI

Fokus, Internasional802 Dilihat

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan sikap tegas menanggapi eskalasi konflik bersenjata Iran-Israel. Melalui Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla, organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mengutuk keras tindakan militer Israel yang dianggap sebagai akar memburuknya keamanan di Timur Tengah.

“Sikap PBNU sudah jelas sejak hari pertama serangan Israel. Kami mengecam agresi ini,” kata Ulil dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/6/2025).

Di sisi lain, PBNU menegaskan pengakuan terhadap hak Iran untuk membela diri sebagai negara yang diserang. Namun PBNU juga mengingatkan agar konflik ini tidak merembet menjadi perang besar yang dapat menimbulkan kerusakan lebih luas di kawasan maupun dunia.

“Kita semua berkepentingan agar konflik tidak melebar dan justru berakhir di meja dialog, bukan di medan tempur,” ujar Ulil.

Desak Negara Besar Tidak Memperkeruh
PBNU turut menyerukan negara-negara besar — Amerika Serikat, Rusia, China, hingga Uni Eropa — agar menahan diri dan berhenti memasok senjata ke pihak manapun. Eskalasi senjata hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil dan memperbesar risiko kehancuran di Timur Tengah.

“Tidak ada cara lain menyelesaikan perang ini kecuali dengan dialog,” tegas Ulil.

Dorong Indonesia Jadi Pelopor Perdamaian
Sebagai ormas Islam dengan jejaring global, PBNU mendorong pemerintah Indonesia menjadi motor diplomasi untuk mendorong gencatan senjata dan solusi politik.

“Perang ini hanya akan merugikan semua pihak, termasuk kita sendiri. Indonesia harus mengambil peran aktif sebagai inisiator perdamaian,” kata Ulil.

Pernyataan resmi PBNU ini sekaligus merespons keresahan publik Indonesia terhadap dampak konflik Iran-Israel — yang tidak hanya berimbas pada keamanan kawasan, tetapi juga bisa memicu gejolak ekonomi global.

Bagi PBNU, jalan satu-satunya adalah meredam api perang lewat diplomasi dan keadilan, bukan senjata.