AS HENTIKAN SEMENTARA VISA PELAJAR, RIBUAN MAHASISWA INTERNASIONAL TERDAMPAK

Ribuan pelajar internasional, termasuk dari Indonesia, menghadapi ketidakpastian menyusul keputusan terbaru dari Washington.

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menghentikan sementara proses pengajuan visa pelajar dan pertukaran pelajar kategori F, M, dan J. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam konferensi pers pada Jumat pagi waktu setempat (30/5/2025).

Rubio menyatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem imigrasi dan keamanan nasional, namun belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai jangka waktu penangguhan. Langkah ini dinilai berpotensi menunda atau menggagalkan rencana studi ribuan mahasiswa asing yang bersiap melanjutkan pendidikan ke Negeri Paman Sam.

Diimbau Tidak Bepergian

Menyikapi perkembangan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Stella Christy, menyerukan agar mahasiswa Indonesia pemegang visa F, M, dan J yang saat ini berada di Amerika Serikat menahan diri untuk tidak keluar wilayah AS.

“Kami mengimbau adik-adik dan rekan-rekan pelajar untuk tetap berada di wilayah Amerika Serikat hingga ada kepastian dan kejelasan lebih lanjut,” ujar Stella dalam pernyataannya melalui kanal resmi YouTube Kemendiktisaintek, Jumat (30/5/2025).

Pemerintah juga memastikan akan memberi perhatian khusus kepada mahasiswa yang telah menerima Letter of Acceptance (LoA) dan beasiswa dari Kemendikti Scientech. Berbagai upaya sedang digencarkan agar mereka tetap dapat melanjutkan studi meski menghadapi kebuntuan visa.

Opsi Transfer dan Studi Dalam Negeri

Kemendiktisaintek saat ini sedang merumuskan langkah strategis untuk mengatasi dampak penangguhan visa ini. Beberapa solusi yang tengah dijajaki antara lain memfasilitasi transfer studi ke universitas-universitas ternama di negara mitra selain Amerika Serikat, serta membuka opsi pendidikan lanjutan di kampus-kampus unggulan dalam negeri.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, disebut sedang mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian dan lembaga guna menjamin keberlanjutan pendidikan para mahasiswa terdampak.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan bahwa pendidikan para pelajar Indonesia tidak terganggu oleh kebijakan ini,” tegas Stella.

Pusat Informasi dan Bantuan Akan Dibuka

Pemerintah mengimbau seluruh pelajar dan penerima beasiswa agar tetap tenang dan mengikuti perkembangan hanya dari kanal resmi Kemendiktisaintek. Dalam waktu dekat, jalur komunikasi dan layanan bantuan akan dibuka secara luas untuk menampung pertanyaan dan memberikan dukungan teknis maupun administratif kepada para pelajar terdampak.

Dengan situasi yang masih berkembang, mahasiswa diharapkan terus memantau informasi dan tidak mengambil langkah spekulatif yang dapat merugikan kelangsungan studi mereka.

Kebijakan ini menjadi pukulan bagi upaya internasionalisasi pendidikan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya diversifikasi tujuan studi luar negeri bagi pelajar Indonesia.

SUMBER: INFOPUBLIK