SANGAT MEMATIKAN! AWAS WABAH NGOROK

Fokus, Kesehatan, Nasional807 Dilihat

Wabah penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica (SE) menyerang ternak kerbau di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, sejak April 2025. Hingga akhir Mei, tercatat 122 ekor kerbau mati, dengan estimasi kerugian mencapai lebih dari Rp2 miliar.

 

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Mukomuko, drh. Diana Nurwahyuni, menyampaikan bahwa jumlah kematian tersebut diperoleh dari laporan resmi para peternak, namun angka sebenarnya bisa lebih tinggi karena belum semua kasus dilaporkan.

“Harga satu ekor kerbau berkisar antara Rp17 hingga Rp20 juta. Kerugian ini sangat memberatkan, terutama bagi peternak kecil,” ujar Diana, Kamis (29/5/2025).

Kecamatan Teramang Jaya menjadi wilayah terdampak terparah. Sementara di Kecamatan Ipuh dan sekitarnya, kondisi mulai membaik setelah pemerintah daerah melakukan vaksinasi dan pengobatan intensif.

“Di Ipuh kami distribusikan 400 dosis vaksin. Hasilnya cukup efektif dalam menekan angka kematian,” kata Diana.

Dinas Pertanian Mukomuko telah menerapkan sejumlah langkah penanganan, termasuk vaksinasi massal dan pengobatan terhadap ternak yang menunjukkan gejala.

Diana menegaskan bahwa SE merupakan penyakit yang sangat menular dan menyebar cepat. Ia mengimbau peternak untuk tidak melepasliarkan hewan ternak dan segera melapor jika ada gejala mencurigakan.

“Deteksi dini sangat penting. Kami minta kerja sama dari masyarakat dan petugas lapangan agar wabah ini tidak meluas,” ujarnya.

SE merupakan penyakit infeksi bakteri yang menyerang saluran pernapasan ternak, dengan gejala utama berupa kesulitan bernapas, demam tinggi, dan pembengkakan pada bagian kepala dan leher. Penyakit ini kerap menyebabkan kematian mendadak jika tidak segera ditangani.

SUMBER: RRI