Isu reshuffle kabinet kembali mencuat, namun para menteri Kabinet Merah Putih tampak satu suara dalam meresponsnya: menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sikap kompak para menteri terlihat saat mereka menghadiri pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/5/2025). Sebagian memilih bungkam, lainnya menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan presiden.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan respons singkat ketika ditanya wartawan terkait kemungkinan perombakan kabinet. “Enggak paham,” ujarnya sambil tersenyum dan terus berjalan memasuki istana.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan pernyataan lebih panjang. Ia menekankan pentingnya menghormati batas kewenangan masing-masing, termasuk dalam urusan reshuffle.
“Jangan sampai kita melangkahi batas. Urusan itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden,” kata Bahlil saat ditemui di lokasi yang sama.
Sejak siang hingga sore hari, Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri ke Istana. Undangan tersebut berkaitan dengan agenda rapat terbatas internal yang dipimpin langsung oleh kepala negara. Selain itu, sebagian menteri juga diminta mendampingi Presiden dalam menerima tamu negara.
Spekulasi mengenai reshuffle mencuat setelah pertemuan dengan sejumlah aktivis 1998. Dalam forum tersebut, muncul kritik terhadap beberapa menteri lama yang dinilai belum sejalan dengan visi dan program Presiden Prabowo.
Meski belum ada pernyataan resmi dari Istana, sikap para menteri yang merujuk pada kewenangan Presiden menegaskan bahwa wacana reshuffle tetap menjadi ranah eksklusif kepala negara.
SUMBER: RRI






