INDONESIA KUTUK PENEMBAKAN DIPLOMAT ASING OLEH ISRAEL

Fokus, Internasional883 Dilihat

Penembakan terhadap rombongan diplomat asing di Tepi Barat menuai kecaman global. Indonesia menyuarakan keprihatinan mendalam dan menuntut pertanggungjawaban Israel.

Pemerintah Indonesia mengecam keras aksi penembakan yang dilakukan militer Israel terhadap rombongan diplomat dari berbagai negara saat melakukan kunjungan ke Kota Jenin, wilayah Tepi Barat, Palestina, pada Rabu (21/5/2025). Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri RI menilai insiden tersebut sebagai bukti nyata pelanggaran hukum internasional yang terus berulang akibat impunitas yang dinikmati Israel selama bertahun-tahun.

“Peristiwa ini kembali memperlihatkan sikap Israel yang secara terang-terangan mengabaikan hukum internasional. Ketidakadilan semacam ini merupakan kenyataan pahit yang setiap hari dirasakan oleh rakyat Palestina di tanah kelahirannya,” tulis Kemlu RI melalui akun resminya di platform X, Jumat (23/5/2025).

Indonesia menyerukan kepada komunitas internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Israel, guna mencegah pelanggaran lebih lanjut terhadap norma hukum internasional. Selain itu, Indonesia juga mendorong dunia internasional agar tidak berhenti memperjuangkan penghentian kekerasan yang dilakukan Israel dan mendesak diakhirinya pendudukan ilegal atas wilayah Palestina.

Insiden penembakan itu terjadi ketika rombongan diplomat yang terdiri dari 35 duta besar, konsul, dan pejabat perwakilan asing tiba di pintu masuk kamp pengungsi Jenin. Kamp tersebut telah dikepung militer Israel sejak Januari 2025. Menurut keterangan Ahmed al-Deek, asisten Menteri Luar Negeri Palestina, tembakan dilepaskan oleh pasukan Israel saat rombongan mendekati lokasi.

Pihak militer Israel mengakui bahwa mereka menembakkan peluru peringatan ke arah konvoi diplomat. Mereka berdalih bahwa rombongan tersebut menyimpang dari rute yang telah disepakati sebelumnya dan memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona terlarang.

Sebagai tanggapan atas insiden tersebut, militer Israel menyatakan penyesalan atas “ketidaknyamanan yang terjadi” dan mengklaim telah menjalin komunikasi langsung dengan para perwakilan diplomatik yang terlibat.

Sementara itu, sejumlah negara yang diplomatnya turut dalam insiden itu, seperti Portugal, Prancis, Spanyol, dan Uruguay, telah memanggil duta besar Israel di negara masing-masing untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas tindakan yang dianggap melanggar norma diplomatik internasional tersebut.

SUMBER: INFOPUBLIK