INDONESIA SEGERA SWASEMBADA ENERGI

Ekonomi, Fokus, Nasional869 Dilihat

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan peran krusial Kilang Plaju dalam menjamin pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Kilang tertua di Indonesia ini, dengan kapasitas produksi 120 ribu barel per hari, atau setara 12 persen dari total kapasitas kilang Pertamina, terbukti beroperasi optimal.

Peran Vital Kilang Plaju dan Arahan Presiden Prabowo
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, dalam kunjungan kerjanya ke Refinery Unit (RU) III Plaju pada Jumat (16/5/2025), mengonfirmasi kinerja prima kilang ini. “Kilang Plaju menjadi tulang punggung pasokan Biosolar B35, Pertalite, dan avtur untuk Sumbagsel. Ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi,” tegas Erika pada Minggu (18/5/2025). Ia juga memuji perawatan fasilitas berusia 120 tahun ini yang tetap produktif.

Tantangan Distribusi dan Solusi Jangka Pendek
Meski beroperasi optimal, Kilang Plaju menghadapi tantangan distribusi akibat pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu. Erika menyatakan BPH Migas akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mencari solusi jangka pendek, termasuk penyaluran dari daerah tetangga. Meskipun berpotensi menaikkan biaya logistik, BPH Migas memastikan stok BBM Satu Harga untuk wilayah terpencil seperti Pulau Enggano tetap terjamin.

Modernisasi dan Efisiensi Berkelanjutan
Direktur Operasi PT KPI, Didik Bahagia, mengungkapkan upaya modernisasi berkelanjutan di Kilang Plaju, termasuk penerapan teknologi mutakhir dan peningkatan porsi pengolahan minyak mentah lokal Sumatera. Langkah ini berhasil menekan biaya produksi hingga 15 persen dalam tiga tahun terakhir.

Anggota Komite BPH Migas, Basuki Trikora Putra, atau akrab disapa Tiko, menekankan pentingnya peningkatan performa Kilang Plaju agar beroperasi secara berkesinambungan dan menjaga keandalan pasokan BBM dalam negeri. Senada, Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief mendorong modernisasi peralatan kilang untuk kinerja optimal, sementara Iwan Prasetya Adhi, Anggota Komite BPH Migas lainnya, mendukung Kilang Plaju sebagai kilang andalan di Sumbagsel dan terus meningkatkan efisiensinya.

Menuju Masa Depan Energi Hijau
General Manager RU III Plaju, Hermawan Budiantoro, menyatakan kesiapan untuk mengembangkan co-processing biodiesel dan bioavtur. Dengan lahan seluas 250 hektar, ekspansi fasilitas hidrotreater baru direncanakan pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan akan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen energi hijau terdepan di ASEAN. BPH Migas mencatat kontribusi Kilang Plaju dalam menekan impor BBM 20 persen untuk wilayah Sumbagsel, dan dengan pengembangan jangka panjang, kilang bersejarah ini diproyeksikan menjadi pusat energi terbarukan berstandar global.

SUMBER: INFOPUBLIK