PAPUA BARAT BANJIR BANDANG, 24 ORANG JADI KORBAN

Fokus, Regional1111 Dilihat

Malam yang seharusnya tenang berubah jadi mimpi buruk. Hujan deras yang mengguyur Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (16/5/2025) sekitar pukul 21.00 WIT, memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor. Air bah datang bersama material tanah dan batu, menghantam permukiman dan camp pekerja tambang di daerah itu.

Dalam gelap dan panik, puluhan orang terjebak. Ada yang terseret arus, ada pula yang diduga tertimbun longsoran. Hingga Minggu (18/5), laporan resmi mencatat 24 orang menjadi korban—1 orang meninggal dunia, 4 selamat, dan 19 lainnya masih dalam pencarian.

Kabar duka ini pertama kali diterima Basarnas Manokwari dari pihak Polres Pegaf, Jumat malam (17/5) pukul 18.45 WIT. Tak menunggu lama, tim SAR yang dipimpin Reza Afrianto langsung diberangkatkan 20 menit kemudian. Mereka menempuh medan sulit dan tiba di lokasi bencana pada Sabtu dini hari, pukul 02.00 WIT.

Setibanya di Polres Pegaf, tim SAR langsung berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan BPBD. Upaya penyelamatan dilangsungkan secepat mungkin. Data korban pun diperbarui seiring dengan perkembangan pencarian.

Korban yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat:

Fretswan Unas (33)

Juandi Takaliumang (22)

Yeskiel Takaliumang (34)

Karunyak Takaliumang (44)

Sementara satu korban jiwa yang telah teridentifikasi adalah:

Harun Meidodga (22)

Sedangkan 19 lainnya masih belum ditemukan, di antaranya:
Pit Takaliumang, George Takaliumang, Yoce Takaliumang, Bili Takaliumang, Andri Mandage, dan lainnya—kebanyakan berasal dari Kampung Muara Prafi dan Kampung Sembab, Distrik Masni, Manokwari.

Dampak banjir dan longsor juga menghantam aktivitas pertambangan di sekitar lokasi. Dua camp pekerja rusak parah, sementara lima camp lainnya diduga hanyut terbawa arus.

Untuk mempercepat pencarian, tim gabungan akan menggunakan drone pada Minggu pagi pukul 07.30 WIT guna memetakan area terdampak dan mengantisipasi potensi longsor susulan.

“Hingga kini kondisi medan masih berat dan cuaca kurang bersahabat. Situasi lapangan sangat dinamis, kemungkinan korban bertambah masih terbuka,” demikian pernyataan resmi Basarnas Manokwari.

Sementara tim SAR terus menyisir wilayah terdampak, harapan keluarga korban terus menyala. Di tengah puing dan lumpur, doa-doa dipanjatkan, menanti kabar dari mereka yang belum kembali.

SUMBER: RRI