Pemerintah Indonesia akhirnya angkat suara menanggapi polemik soal rencana evakuasi warga Palestina dari Jalur Gaza. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan relokasi, melainkan misi kemanusiaan yang bersifat sementara.
“Jangan salah paham. Tidak ada rencana merelokasi warga Palestina ke Indonesia secara permanen,” kata Hasan, Sabtu (17/5), usai menghadiri diskusi publik di Jakarta. “Fokus kami adalah pengobatan. Mereka yang terluka parah atau butuh perawatan akan dibawa ke sini, dirawat sampai sembuh, lalu dikembalikan ke tanah kelahiran mereka.”
Pernyataan Hasan ini sekaligus menjadi klarifikasi resmi dari pemerintah menyusul munculnya pro-kontra setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan wacana evakuasi 1.000 warga Gaza beberapa waktu lalu. Pemerintah menekankan bahwa langkah tersebut sudah dikaji matang dan dilakukan atas persetujuan otoritas Palestina.
“Ini bentuk solidaritas kita terhadap penderitaan warga sipil di Gaza. Kita tidak diam melihat tragedi kemanusiaan terjadi begitu saja. Tapi kita juga tetap menjaga kedaulatan dan prinsip diplomasi,” ujarnya.
Pemerintah memastikan bahwa evakuasi ini bukan bagian dari agenda politik atau imigrasi, melainkan respon cepat terhadap krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. Presiden Prabowo sendiri, pada April 2025, sudah menyatakan bahwa evakuasi hanya akan dilakukan selama kondisi darurat berlangsung, dan tidak akan mengubah posisi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Seluruh proses akan dilakukan dengan koordinasi lintas lembaga, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, dan organisasi kemanusiaan. Pemerintah juga menyiapkan protokol ketat agar proses ini berjalan aman, terukur, dan sesuai prinsip kemanusiaan.
Indonesia, sejak awal, konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional. Dan kali ini, bantuan bukan hanya lewat diplomasi, tapi lewat tindakan nyata. Misi kemanusiaan ini adalah bukti bahwa Indonesia tak tinggal diam di tengah derita dunia.
SUMBER: INFOPUBLIK






