BIAYA HAJI RI LEBIH MURAH DARI MALAYSIA

Fokus, Nasional234 Dilihat

Meski total biaya haji Indonesia lebih rendah dibanding Malaysia, jemaah Tanah Air justru harus merogoh kocek lebih dalam.

Pengamat haji dan umrah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dadi Darmadi, mengungkapkan bahwa biaya penyelenggaraan haji Indonesia sebesar Rp89,4 juta per orang sejatinya lebih murah dibanding Malaysia yang mencapai sekitar Rp98 juta. Namun, ironisnya, jemaah asal Indonesia membayar lebih mahal, yaitu Rp55,4 juta, sementara jemaah Malaysia hanya dikenakan biaya antara Rp38 hingga Rp45 juta.

Dadi menyampaikan hal itu kepada InfoPublik pada Rabu (7/5/2025), menanggapi arahan Presiden RI untuk menekan biaya haji agar bisa lebih rendah dari Malaysia.

Menurutnya, perbedaan tersebut muncul akibat beberapa faktor mendasar. Salah satunya adalah durasi masa tinggal jemaah di Arab Saudi. “Jemaah kita tinggal sekitar 40 hari, sedangkan Malaysia hanya 30 sampai 35 hari. Tambahan hari ini tentu menaikkan biaya hotel dan konsumsi,” jelasnya.

Selain itu, skema subsidi yang diterapkan oleh masing-masing negara turut memengaruhi besaran biaya yang dibayarkan jemaah. Malaysia, kata Dadi, mendapatkan subsidi besar dari lembaga Tabung Haji, sementara subsidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Indonesia hanya mencakup 38 persen dari total biaya. “Itu sebabnya jemaah Indonesia harus membayar lebih besar,” tegasnya.

Dadi menilai, pemerintah Indonesia dapat menempuh sejumlah langkah strategis untuk menurunkan biaya haji tanpa mengorbankan kualitas pelayanan. Salah satunya dengan memangkas durasi tinggal. “Kalau masa inap dipersingkat, bisa hemat sampai Rp150 sampai Rp250 miliar,” ungkapnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk berinvestasi dalam pembangunan fasilitas permanen di Arab Saudi, seperti penginapan milik sendiri yang dikelola langsung oleh Indonesia. “Pembangunan Kampung Indonesia memang butuh dana besar di awal, tapi jangka panjangnya jauh lebih efisien. Kita tak perlu sewa hotel mahal setiap musim haji,” katanya.

Meski demikian, Dadi mengingatkan bahwa efisiensi biaya harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak berdampak pada kualitas pelayanan terhadap jemaah. Ia menekankan pentingnya strategi jangka panjang seperti pengelolaan dana haji yang lebih optimal dan pembangunan aset sendiri di Arab Saudi demi kenyamanan jemaah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan keinginan agar biaya haji Indonesia dapat ditekan hingga lebih murah dari Malaysia. Arahan ini ia sampaikan kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf, saat meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/5/2025).

“Saya belum puas. Kita harus capai yang terbaik. Kalau bisa, biaya haji kita lebih murah dari Malaysia,” tegas Presiden Prabowo di hadapan pejabat dan undangan yang hadir.