Malam Perayaan Berujung Duka
Momen Idulfitri 1446 Hijriah yang seharusnya penuh kebahagiaan di Kabupaten Pamekasan, Madura, berubah menjadi tragedi. Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun berinisial MR, warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, meninggal dunia akibat ledakan kembang api saat mengikuti tradisi pesta kembang api di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Senin (31/3/2025).
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan Kasihumas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto, insiden terjadi ketika warga setempat mengadakan pesta kembang api untuk merayakan Lebaran. Tiang penyangga yang digunakan untuk menyalakan rangkaian kembang api tiba-tiba roboh, menyebabkan ledakan besar yang mengarah ke kerumunan penonton. MR menjadi salah satu korban yang terkena dampaknya.
“Sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Sri, Rabu (2/4/2025).
Proses Penyelidikan
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggelar perkara untuk melanjutkan ke tahap penyidikan. Sejumlah saksi akan segera dipanggil guna dimintai keterangan.
“Kita tunggu hasil penyidikan Satreskrim Polres Pamekasan, semoga segera terungkap,” tambah Sri.
Peringatan Bahaya Kembang Api
Tragedi ini kembali menjadi peringatan akan bahaya penggunaan kembang api tanpa pengawasan yang memadai. Aparat setempat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam merayakan tradisi semacam ini demi menghindari kejadian serupa di masa depan.
SUMBER : RRI






