BMKG PERINGATKAN DAMPAK SIKLON TALIAH, SEPERTI INI

Fokus, Nasional921 Dilihat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut diminta waspada terhadap peningkatan curah hujan serta gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia.

SIKLON TALIAH DAN DAMPAKNYA
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa BMKG memantau perkembangan Siklon Tropis Taliah yang terbentuk di Samudra Hindia Selatan Indonesia. Siklon ini terdeteksi sekitar 920 km di barat daya Cilacap, Jawa Tengah, dan diperkirakan tetap aktif dalam 24-48 jam ke depan, bergerak menjauhi Indonesia.

Siklon Tropis Taliah berpotensi menyebabkan hujan sedang disertai angin kencang di pesisir selatan Banten hingga Jawa Timur. Gelombang tinggi 2,5-4 meter diprediksi terjadi di perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, serta perairan selatan Jawa hingga Pulau Rote dan NTT. Bahkan, gelombang lebih dari 4-6 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat dalam dua hari ke depan.

BIBIT SIKLON 92W DAN PENGARUHNYA
BMKG juga mengidentifikasi Bibit Siklon 92W di Samudra Pasifik Barat, sebelah utara Papua Barat. Bibit siklon ini diprediksi bergerak ke arah barat hingga barat laut menuju wilayah selatan Kepulauan Filipina.

“Dalam dua hari mendatang, Bibit Siklon 92W berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat di Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara,” ujar Guswanto, sebagaimana dilaporkan InfoPublik pada Kamis (6/2/2025).

Bibit Siklon 92W juga dapat meningkatkan gelombang laut hingga 2,5 meter di Laut Maluku, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Perairan Halmahera, Laut Halmahera, serta perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua.

FAKTOR LAIN YANG MEMICU CUACA EKSTREM
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa selain siklon, peningkatan curah hujan juga dipicu oleh aktifnya monsun dan seruakan dingin dari Asia. Faktor ini memperkuat intensitas hujan di wilayah barat dan tengah Indonesia.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi longsor di daerah rawan, terutama saat hujan deras terjadi. Tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah dan rembesan air perlu diwaspadai, serta dihindari aktivitas di lereng curam.

IMBAUAN BMKG
BMKG terus memantau perkembangan cuaca ekstrem dan memberikan pembaruan informasi secara berkala.

“Kami mengajak semua pihak untuk tidak mengabaikan potensi dampak cuaca ekstrem ini. Tetap waspada, siaga, dan pantau informasi resmi BMKG guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi,” tutup Andri.