MENGENAL DEEPSEEK, AI CHINA YANG BIKIN AMERIKA KETAR-KETIR

Fokus, Internasional965 Dilihat

Perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) asal Hangzhou, China, DeepSeek, tengah menjadi sorotan global. Didirikan oleh Liang Wenfeng, perusahaan ini berhasil mengembangkan model AI yang lebih efisien dan berbiaya rendah, menyaingi dominasi ChatGPT dari OpenAI.

Peluncuran model terbaru DeepSeek tidak hanya memperkuat posisinya di dunia AI, tetapi juga berdampak besar di pasar Amerika Serikat. Saham Nvidia mengalami penurunan signifikan setelah model AI DeepSeek terbukti mampu menghadirkan performa tinggi dengan biaya lebih rendah.

Sejak merilis model pertamanya pada 2023, DeepSeek terus berinovasi. Pada November 2024, mereka meluncurkan DeepSeek R1, yang dirancang untuk meniru pola pikir manusia dan mendukung chatbot di perangkat seluler.

DeepSeek AI pertama kali muncul pada April 2023 ketika High-Flyer mendirikan laboratorium kecerdasan buatan umum. Sebulan kemudian, laboratorium ini berkembang menjadi perusahaan independen. Meski sempat kesulitan mendapatkan pendanaan dari venture capital karena dianggap sulit menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat, DeepSeek tetap bertahan dan fokus pada inovasi.

Berbeda dari pesaingnya, DeepSeek lebih menitikberatkan penelitian tanpa rencana komersial yang terlalu kaku. Pendekatan ini memungkinkan mereka bergerak lebih leluasa dalam pengembangan teknologi, sekaligus menghindari regulasi ketat pemerintah China terkait teknologi AI untuk konsumen.

Dengan langkah agresifnya, DeepSeek kini menjadi ancaman serius bagi dominasi AI Barat, membuka babak baru dalam persaingan teknologi global.

Sumber RRI