Pembangunan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi bagian penting dari pusat peribadatan di kawasan inti IKN. Masjid ini dirancang modern dan fungsional, terdiri atas tiga elemen utama: kubah utama, plaza terbuka, dan minaret setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna.
Berlokasi di lahan seluas 32.125 m² dengan total bangunan 60.173 m², masjid ini dapat menampung hingga 60.000 jemaah. Pada tahap awal, masjid diharapkan mampu menampung 29.000 jemaah untuk salat Idulfitri pada tahun 2025.
Desain kubahnya berbentuk sorban dan galaksi, melambangkan semesta tanpa batas. Plaza terbuka dirancang mengarahkan kiblat dengan tegas, sedangkan menara melingkar ke atas menyiratkan doa dan nilai ketuhanan. Selain itu, masjid ini dilengkapi fasilitas seperti ruang serbaguna, ruang tunggu VVIP, area parkir VVIP, dan infrastruktur modern lainnya.
Masjid ini diresmikan pembangunannya oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Januari 2024 dan dirancang memperbanyak ruang hijau tanpa menebang pohon besar di sekitar lokasi. Pembiayaan sebesar Rp940 miliar berasal dari APBN, dengan pelaksana proyek KSO PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya.
Masjid Negara IKN bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol keislaman modern yang melengkapi eksistensi Indonesia di mata dunia.






