WAPRES TINJAU LOKASI BENCANA SUKABUMI

Fokus, Nasional871 Dilihat

Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus selama tiga hari terakhir telah menyebabkan wilayah Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat, dilanda bencana hidrometeorologi. Bencana berupa banjir bandang, tanah longsor, dan pergerakan tanah telah menyebabkan 4 orang meninggal dunia, dengan 6 orang lainnya masih dalam pencarian.

Untuk menanggapi hal ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, didampingi Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dan Kepala BNPB Suharyanto, langsung meninjau salah satu lokasi terdampak, yaitu Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (06/12/2024).

Bencana Pergerakan Tanah di Kampung Cihonje
Kampung Cihonje terkena bencana pergerakan tanah pada Rabu dini hari (04/12/2024) yang menyebabkan puluhan rumah rusak berat dan memaksa ratusan orang mengungsi. Dalam kunjungannya, Wapres memberikan arahan agar pelaksanaan tanggap darurat dilakukan dengan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya penanganan prioritas terhadap pengungsi, serta penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara.

Wapres juga meminta BNPB, BPBD, dan instansi terkait lainnya untuk mempercepat pemetaan daerah rawan bencana serta mengevakuasi warga yang masih berada di zona bahaya. Selain itu, infrastruktur yang terdampak, seperti akses jalan dan fasilitas umum, juga harus segera diperbaiki untuk memudahkan mobilitas warga dan distribusi bantuan.

Imbauan untuk Waspada Terhadap Bencana Susulan
Wapres mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Dukungan dan Bantuan kepada Pengungsi
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa Wapres telah memerintahkan dirinya untuk menangani bencana ini sampai tuntas. Selain itu, Wapres juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako, buku, mainan, dan susu untuk anak-anak kepada pengungsi di posko pengungsian yang berada di SDN 2 Tegalpanjang dan Kantor Desa Sukamaju.

Kerusakan dan Dampak Bencana
Untuk informasi lebih lanjut, Kabupaten Cianjur dan Sukabumi telah menetapkan status tanggap darurat setelah sebelumnya menetapkan status siaga darurat menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang tahun baru 2025. Di Kabupaten Sukabumi, sebanyak 38 kecamatan dan 101 desa terdampak bencana, yang menyebabkan kerusakan rumah, sekolah, jembatan, jalan, dan berbagai fasilitas umum lainnya.