Jakarta – Rumor tentang batalnya kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Italia sempat ramai berseliweran di media sosial X, memicu berbagai spekulasi. Pemerintah pun akhirnya angkat bicara dan faktanya jauh lebih menarik dari sekadar isu pembatalan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari menegaskan bahwa pemerintah RI tidak pernah sekalipun menyatakan Presiden Prabowo akan berkunjung ke Italia. Sejak awal, satu-satunya destinasi resmi dalam lawatan luar negeri pekan ini adalah Prancis.
“Sejak awal tidak ada pernyataan resmi pemerintah RI bahwa presiden akan ke Italia. Jadwal resmi memang hanya ke Prancis,” ujar Qodari dalam Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Qodari juga menambahkan, apabila dalam perjalanan ada rencana tambahan ke negara lain, hal tersebut baru bisa dianggap nyata setelah ada pengumuman resmi dari pemerintah. “Bila di perjalanan ada rencana ke tujuan lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi,” tegasnya.
Kunjungan kenegaraan Prabowo ke Prancis telah diumumkan secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono sejak 22 April 2026. Lawatan ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya.
Ini bukan pertama kali Prabowo menginjakkan kaki di Paris. Kunjungan pertama berlangsung 13–15 Juli 2025 untuk menghadiri peringatan Hari Nasional Prancis (Bastille Day) sebagai tamu kehormatan. Kunjungan kedua pada 23–24 Januari 2026, untuk jamuan makan malam pribadi bersama Macron di Istana Élysée. Kunjungan ketiga pada 14 April 2026, usai menyelesaikan agenda di Rusia, berupa pertemuan empat mata untuk membahas kemitraan strategis di sektor pertahanan dan alutsista.
Kali ini, kunjungan keempat itu menjadi yang paling formal dan berbobot.
Presiden Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa 26 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 waktu setempat, setelah 16 jam penerbangan. Kedatangannya disambut oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou beserta regu jajar kehormatan.
Sebelum memasuki agenda utama kenegaraan, Presiden terlebih dahulu melaksanakan Shalat Idul Adha dan bersilaturahmi dengan diaspora Indonesia di Wisma KBRI Paris. Agenda utama kemudian diisi dengan pertemuan bilateral dan pertemuan empat mata bersama Presiden Macron di Istana Élysée, membahas berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan kedua negara.
Lawatan ini bukan sekadar seremonial diplomasi. Presiden Prabowo dan Presiden Macron bersama-sama meresmikan France–Indonesia High Level Business Council, sebuah forum bisnis yang mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD 1,3 triliun. Dari momentum itu lahir empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar setara sekitar Rp 56 triliun yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Kerja sama juga diperluas ke sektor transfer teknologi alutsista, pendidikan STEM, energi bersih, dan pemanfaatan mineral kritis menunjukkan bahwa hubungan Indonesia–Prancis telah melampaui sekadar urusan pengadaan militer.
Presiden Prabowo beserta delegasi terbatas yang didampingi Menlu Sugiono dan Seskab Teddy Indra Wijaya mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu 30 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir menyambut kepulangan Presiden.
Isu “batal ke Italia” pun terbukti tak berdasar sementara misi nyata di Paris justru meninggalkan jejak strategis yang akan dirasakan jauh lebih lama.
#PrabowoKePrancis #StateVisitParis #IndonesiaPrancis #MacronPrabowo #DiplomsiIndonesia #KunjunganKenegaraan #Danantara #MQodari #FranceIndonesia #IduladhadiParis #KemitraanStrategis #AlutsistaPrancis #EnergiHijau #USD35Miliar #DewanBisnisFrance #DiplomsiAktif #PolitikLuarNegeri2026











