Jakarta — Kepergian Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, akibat kebakaran rumah di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan pemerintahan dan politik nasional.
Di balik tragedi yang mengejutkan tersebut, Haerul dikenal sebagai sosok pejabat muda yang memiliki perjalanan karier cukup panjang, mulai dari dunia organisasi, parlemen, hingga akhirnya dipercaya menjadi pimpinan lembaga pemeriksa keuangan negara.
Haerul Saleh lahir pada tahun 1981 dan berasal dari Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Sebelum dikenal di tingkat nasional, ia aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan ekonomi daerah.
Karier organisasinya dimulai sejak muda, termasuk di KNPI Kabupaten Kolaka. Ia juga pernah aktif di HIPMI Sulawesi Tenggara, Kadin Sulawesi Tenggara, hingga organisasi kepemudaan dan pertanian nasional.
Selain aktif berorganisasi, Haerul juga memiliki latar belakang pendidikan hukum dan manajemen. Ia menyelesaikan pendidikan hukum di Universitas Satria Makassar dan melanjutkan studi magister manajemen di Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta.
Nama Haerul mulai dikenal luas ketika terpilih menjadi anggota DPR RI. Di parlemen, ia banyak berkecimpung dalam bidang ekonomi dan keuangan negara.
Ia pernah duduk di:
- Komisi XI DPR RI
- Badan Legislasi DPR
- serta Badan Musyawarah DPR RI.
Di lingkungan parlemen, Haerul dikenal cukup aktif dalam pembahasan isu:
- keuangan negara
- perbankan
- pengawasan anggaran
- hingga kebijakan ekonomi nasional.
Beberapa koleganya menyebut Haerul sebagai figur yang tenang, tidak banyak tampil di depan publik, namun aktif bekerja di balik layar.
Pada April 2022, Haerul Saleh resmi dilantik sebagai Anggota IV BPK RI.
Dalam posisinya tersebut, ia bertanggung jawab mengawasi pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada sektor:
- pangan
- sumber daya alam
- energi
- serta infrastruktur nasional.
Ia juga memimpin Auditorat Utama Keuangan Negara IV (AKN IV), yang menangani pemeriksaan sejumlah kementerian strategis, BUMN, serta sektor vital nasional.
Haerul Saleh meninggal dunia pada Jumat pagi, 8 Mei 2026, setelah rumah pribadinya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, mengalami kebakaran hebat.
Api diduga muncul dari ruang kerja di lantai empat rumah saat proses renovasi masih berlangsung. Beberapa saksi menyebut kobaran api cepat membesar disertai asap hitam tebal yang memenuhi bangunan.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi akhirnya menemukan Haerul dalam kondisi meninggal dunia di area ruang kerja tersebut. Hingga kini aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai tokoh nasional, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang ikut melayat dan mengenang Haerul sebagai pribadi sederhana serta memiliki komitmen kuat terhadap integritas pemerintahan.
Pihak BPK RI juga menyampaikan penghormatan atas pengabdian almarhum selama bertugas di lembaga negara tersebut.
Jenazah Haerul Saleh disemayamkan di Jakarta sebelum direncanakan dimakamkan di kampung halamannya di Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Wafatnya Haerul Saleh bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pemerintahan dan pengawasan keuangan negara Indonesia.
Perjalanan kariernya yang dimulai dari organisasi daerah hingga menjadi pimpinan BPK RI menunjukkan kiprah panjang seorang politisi muda yang berhasil menembus posisi strategis nasional. Namun perjalanan itu berakhir tragis dalam musibah kebakaran yang kini masih menyisakan banyak pertanyaan.






