ISRAEL KONFIRMASI KASUS HANTAVIRUS PERTAMA, OTORITAS KESEHATAN MULAI TINGKATKAN KEWASPADAAN

Fokus, Internasional989 Dilihat

Tel Aviv — Otoritas kesehatan Israel mengonfirmasi temuan kasus pertama infeksi hantavirus di negara tersebut. Kasus ini langsung menjadi perhatian karena hantavirus dikenal sebagai penyakit langka yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga komplikasi fatal.

Menurut laporan media lokal dan otoritas kesehatan setempat, pasien diduga terpapar virus setelah melakukan perjalanan ke kawasan Eropa Timur beberapa waktu lalu. Pasien kemudian mengalami gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus sebelum akhirnya menjalani pemeriksaan medis lanjutan.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui tikus atau hewan pengerat lain. Penularan biasanya terjadi ketika manusia menghirup partikel dari urine, kotoran, atau air liur rodensia yang terinfeksi.

Berbeda dengan virus pernapasan seperti COVID-19, hantavirus tidak mudah menular antarmanusia dalam sebagian besar kasus. Namun infeksi ini tetap dianggap berbahaya karena dapat menyerang paru-paru maupun ginjal dengan cepat.

Otoritas kesehatan menjelaskan bahwa gejala awal hantavirus sering kali menyerupai flu biasa sehingga sulit dikenali pada tahap awal.

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

  • demam tinggi
  • nyeri otot
  • sakit kepala
  • tubuh lemas
  • mual dan muntah
  • diare
  • nyeri perut

Dalam kondisi yang lebih berat, pasien dapat mengalami:

  • batuk
  • sesak napas
  • gangguan paru-paru akut
  • hingga gagal napas

Pada beberapa tipe hantavirus, infeksi juga dapat menyebabkan gangguan ginjal serius.

Munculnya kasus di Israel terjadi di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap hantavirus setelah sejumlah laporan kasus muncul di berbagai negara.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memantau kluster hantavirus yang ditemukan pada kapal pesiar internasional. Dalam laporan tersebut, beberapa penumpang mengalami gejala pernapasan berat dan sebagian meninggal dunia.

Selain Israel, Singapura juga dikabarkan tengah mengisolasi dua warga yang diduga terpapar hantavirus sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Para ahli menjelaskan bahwa tikus merupakan reservoir utama hantavirus. Risiko penularan meningkat di area:

  • gudang tertutup
  • rumah kosong
  • area lembap
  • lokasi dengan populasi tikus tinggi

Paparan biasanya terjadi saat seseorang membersihkan tempat yang terkontaminasi tanpa perlindungan memadai sehingga partikel virus beterbangan dan terhirup.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat spesifik untuk hantavirus. Penanganan medis lebih difokuskan pada perawatan suportif dan penanganan gejala sejak dini.

Karena itu, deteksi cepat menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Kasus pertama di Israel memicu kekhawatiran baru karena terjadi di tengah dunia yang masih sensitif terhadap ancaman wabah penyakit menular.

Meski para ahli menegaskan hantavirus berbeda jauh dengan COVID-19 dan tidak mudah menular antarmanusia, otoritas kesehatan tetap meminta masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus atau kotorannya.

Konfirmasi kasus hantavirus pertama di Israel menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit zoonosis masih terus muncul di berbagai belahan dunia. Walau penularannya tidak semudah virus pernapasan lain, hantavirus tetap berbahaya karena dapat berkembang cepat dan menyebabkan komplikasi serius.

Otoritas kesehatan internasional kini terus memantau perkembangan kasus sambil mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan waspada terhadap paparan hewan pengerat.