JK TANTANG AMERIKA: “BERANI DAMAI, BERHENTILAH BERPERANG!”

Fokus, Internasional269 Dilihat

 

Di podium megah Roma, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menatap tegas ke arah delegasi dunia. Suaranya datar tapi menusuk, seolah menggugah nurani global yang kian beku oleh kepentingan politik. “Hanya keberanian politik yang bisa menghentikan perang,” ujarnya dalam forum International Meeting for Peace yang berlangsung 26–28 Oktober di Italia.

Pidato JK kali ini bukan sekadar diplomasi basa-basi. Ia menantang langsung kekuatan terbesar dunia, Amerika Serikat, agar berhenti bermain di dua kaki: menyerukan perdamaian sambil membiarkan bara perang tetap menyala. “Jika Amerika sungguh mau menghentikan perang, perdamaian akan tercapai,” katanya mantap.

Di tengah dunia yang terguncang oleh perang Rusia-Ukraina dan tragedi kemanusiaan di Gaza, JK mengingatkan bahwa dunia tampaknya belum belajar dari sejarah. “Perang hanya menciptakan ‘kami’ dan ‘mereka’, menumbuhkan curiga, dan menghancurkan harmoni kehidupan,” ucapnya lirih namun penuh makna. “Tidak ada yang menang dalam perang. Kemanusiaan selalu menjadi pihak yang kalah.”

Pesan itu terasa relevan ketika ribuan nyawa melayang di Gaza akibat serangan Israel. JK menegaskan, solusi dua negara masih menjadi jalan paling rasional. Ia bahkan menyinggung pengalamannya berbicara langsung dengan Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas. Dari pembicaraan itu, JK meyakini bahwa rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah adalah kunci menuju perdamaian sejati di Timur Tengah.

Dengan nada reflektif, JK menutup pidatonya bukan dengan seruan politik, melainkan perenungan moral. “Perang adalah kegagalan terbesar umat manusia. Perdamaian adalah puncak peradaban.”

Pesan dari Roma itu menggema, bukan hanya di ruang konferensi, tapi juga di ruang batin dunia yang lelah dengan darah dan bom. Dalam setiap kata yang diucapkannya, JK seolah mengingatkan: keberanian sejati bukan pada yang menembak, tapi pada yang mau berhenti menembak.

#JusufKalla #PerdamaianDunia #AmerikaSerikat #Gaza #TimurTengah #RusiaUkraina #PeaceForHumanity #StopTheWar