INDONESIA SIAP KIRIM 10.000 TON BERAS KE GAZA LEWAT JALUR DARAT

Fokus, Internasional242 Dilihat

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyerukan agar akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza segera dibuka secara luas dan tanpa hambatan, guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil akibat kelaparan dan blokade. Pernyataan itu disampaikan usai menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa, 5 Agustus 2025.

Sugiono menyatakan harapan agar pengiriman bantuan kemanusiaan Indonesia ke Gaza, termasuk 10.000 ton beras, tidak dilakukan melalui penerjunan udara (airdrop) karena dinilai sangat berisiko bagi keselamatan warga sipil Palestina.

“Semoga tidak di-airdrop. Kami berharap jalur bantuan kemanusiaan segera dibuka. Kami paham airdrop risikonya besar,” kata Sugiono dalam pernyataan resminya.

Ia menegaskan bahwa metode airdrop rentan menimbulkan kerugian, terutama karena banyak faktor teknis dan keamanan yang sulit dikendalikan di wilayah konflik. Bantuan yang seharusnya menyelamatkan nyawa, kata dia, justru bisa menimbulkan bahaya baru jika tidak disalurkan melalui jalur yang aman dan terkendali.

“Penerjunan bantuan dari udara itu bukan hanya teknis, tapi juga menyangkut nyawa manusia. Banyak anak-anak dan bayi yang menjadi korban kelaparan. Kita tidak bisa diam melihat itu,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono mendesak pemerintah Israel untuk menghentikan pemanfaatan kelaparan sebagai alat tekanan politik dan membuka jalur kemanusiaan tanpa syarat. Ia menyebut penderitaan warga Gaza yang terdokumentasi dalam berbagai laporan dan foto sebagai sesuatu yang tidak bisa ditoleransi oleh hati nurani.

“Yang jadi korban adalah anak-anak dan bayi-bayi. Gambar-gambar yang beredar itu menyayat hati siapa pun yang masih punya rasa kemanusiaan,” tegasnya.

Sugiono juga memastikan bahwa bantuan 10.000 ton beras dari Indonesia sedang dalam tahap akhir persiapan dan akan segera dikirimkan. Ia menyatakan, bantuan itu merupakan bentuk komitmen konkret Indonesia dalam mendukung rakyat Palestina yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan akut akibat blokade dan serangan militer Israel.

Komitmen tersebut sebelumnya juga disampaikan Sugiono dalam orasinya saat Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu, 3 Agustus 2025. Dalam aksi tersebut, ia menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar simbolik, melainkan tindakan nyata untuk meringankan penderitaan masyarakat Gaza.

Pemerintah Indonesia telah berulang kali menegaskan posisi tegasnya mendukung kemerdekaan Palestina dan menyerukan penghentian agresi militer Israel.