NATAL NASIONAL, PRESIDEN DIJADWALKAN HADIR

Fokus, Nasional986 Dilihat

Puncak Perayaan Natal Nasional 2024 akan berlangsung pada 28 Desember 2024 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto. Perayaan ini menjadi momentum akbar setelah serangkaian kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan yang telah dilaksanakan sejak November 2024.

Kegiatan Bakti Sosial dan Kepedulian Lingkungan
Ketua Pelaksana Harian Natal Nasional, Lucky Yusgiantoro, menyampaikan bahwa aksi sosial telah menjangkau lima wilayah utama:
– NTT: Bantuan untuk korban bencana Gunung Lewotobi.
– Sulawesi Utara: Dukungan bagi korban erupsi Gunung Ruang.
– Sukabumi: Bantuan untuk korban bencana alam.
– Bekasi (Muara Gembong): Korban banjir rob.
– Papua Tengah dan Papua Selatan: Aksi sosial untuk kelompok difabel di Timika dan Agats.

Rangkaian Acara Puncak
Perayaan puncak di Jakarta akan berlangsung serentak dengan perayaan di berbagai daerah, yang difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Acara ini akan terdiri dari dua bagian:
1. Ibadah Oikoumene:
Dipimpin oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto dan Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Jacky Manuputy.

2. Acara Perayaan:
Dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah, serta tokoh lintas agama.

Partisipasi dan Penyiaran
Masyarakat diundang untuk hadir secara langsung atau daring. Pendaftaran untuk kehadiran langsung dapat dilakukan melalui tautan atau kode QR yang disediakan oleh panitia. Perayaan ini juga akan disiarkan langsung melalui TVRI, KompasTV, Vidio.com, serta kanal YouTube Kementerian Agama dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Antusiasme dan Keberlanjutan Sosial
Koordinator Bidang Perayaan Natal Nasional, Chatarina Girsang, menyatakan bahwa persiapan telah dilakukan intensif selama dua bulan terakhir. Diperkirakan 12 ribu peserta dari kalangan umat Nasrani, ASN, TNI, Polri, dan BUMN akan hadir.

Ketua Umum Natal Nasional, Thomas Djiwandono, menekankan pentingnya melanjutkan aksi sosial dan ekologi, terutama bagi daerah dan masyarakat yang terdampak perubahan lingkungan. Perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang religius, tetapi juga wujud nyata kasih dan kepedulian terhadap sesama.