REVITALISASI SERIBU RUMAH GADANG, MENANTI PERANTAU PULANG

Fokus, Regional1120 Dilihat

Pemerintah tengah melakukan revitalisasi terhadap obyek wisata Seribu Rumah Gadang (SRG) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Kawasan ini menyimpan beragam bangunan rumah gadang yang berusia ratusan tahun dan merupakan bagian dari warisan budaya Minangkabau.

Sumatera Barat dikenal dengan keindahan alamnya dan kelezatan masakan tradisional seperti rendang. Namun, selain itu, daerah ini juga terkenal dengan rumah gadang, rumah adat yang memiliki arsitektur unik dengan atap runcing seperti tanduk kerbau, yang disebut gonjong. Rumah gadang tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai tempat pertemuan adat, seperti musyawarah dan pernikahan.

Jika Anda ingin melihat berbagai bentuk rumah gadang dalam satu kawasan, Anda dapat mengunjungi Jorong Bariang Rao Rao, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Kawasan ini memiliki luas 26,3 hektare di kaki Gunung Kerinci, yang berjarak sekitar 147 km dari Padang dan 188 km dari Bukittinggi. Di sini, terdapat lebih dari 100 rumah gadang, termasuk yang sudah berusia ratusan tahun, seperti rumah gadang milik ahli waris Datuk Djopanjang dari abad ke-19.

Proses revitalisasi kawasan ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo, yang terkesan dengan keindahan rumah gadang tersebut. Pada 2018, Presiden meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan revitalisasi besar-besaran, termasuk membangun kembali rumah gadang yang rusak termakan usia.

Pekerjaan revitalisasi ini melibatkan pemugaran 33 rumah gadang dan penataan kawasan wisata. Selain itu, pemerintah juga membangun Menara Songket sebagai landmark, fasilitas penunjang wisata, ruang terbuka hijau, panggung terbuka (amphitheatre), dan kios UMKM. Sistem kelistrikan dan penerangan juga diperbarui. Sebanyak 28 unit rumah gadang telah diperbaiki sejak 2019, dan diharapkan selesai pada akhir 2020 dengan anggaran Rp69,7 miliar.

Revitalisasi SRG melibatkan tim ahli, termasuk dari Pusat Dokumentasi Arsitektur, Universitas Bung Hatta, dan sejumlah tukang kayu berpengalaman dalam membuat ornamen ukiran rumah gadang.